Ribuan Suporter Sambut Meriah Pengibaran Bendera Iran di Los Angeles
Pengibaran bendera Iran di Stadion Los Angeles saat Piala Dunia 2026 disambut meriah suporter. Iran juga sukses menahan Selandia Baru 2-2.
Disdikpora DIY memastikan sekitar 92 anak berkebutuhan khusus (ABK) akan mengikuti Ujian Nasional (UN) manual
Harianjogja.com, JOGJA - Disdikpora DIY memastikan sekitar 92 anak berkebutuhan khusus (ABK) dari Sekolah Luar Biasa (SLB) maupun sekolah inklusi jenjang SMP dan SMA akan mengikuti Ujian Nasional (UN) manual. Kemendikbud belum siap dengan soal berbasis komputer pada jenis ketunaan tertentu, sehingga seluruh ABK akan mengerjakan UN secara manual.
Kasi Perencanaan Pendidikan Bidang Perencanaan dan Standarisasi Pendidikan Disdikpora DIY, Bahtiar Nurhidayat memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk tidak menyelenggarakan UN berbasis komputer bagi siswa penyandang disabilitas.
Berdasarkan hasil identifkasi ketunaan para ABK yang berada di kelas IX SMP maupun kelas XII SMA dan di SLB, seluruhnya tidak ada yang mengikuti UNBK, melainkan akan mengikuti UN berbasis kertas atau manual.
"Semua ABK akan mengikuti UN berbasis kertas, tidak ada yang basis komputer, itu disesuaikan kebutuhan siswa ABK tersebut," ungkapnya, Jumat (9/3/2018).
Ia menambahkan, Kemendikbud sudah menyiapkan soal bagi UN untuk ABK. Terutama yang tunanetra telah disiapkan soal dengan braille. Sesuai data sekolah yang melaporkan dari jenjang SMP ada 57 ABK dan SMA ada 35 ABK. Pihaknya sudah melaporkan perihal itu ke pusat untuk mendapatkan soal saat pelaksanaan UN.
"Jumlahnya memang tidak terlaku banyak. Semua soal UN untuk ABK dari Jakarta termasuk yang braille, jadi kami tidak mencetak soal," terang dia.
Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menambahkan, beberapa SLB di DIY ada yang memiliki komputer yang dapat mendukung pelaksanaan UNBK. Utamanya pada tunanetra melalui aplikasi yang dapat memunculkan suara kata dan kalimat. Namun sayangnya, Kemendikbud tidak menyediakan soal jenis itu untuk UNBK ABK. Sehingga ABK ditetapkan UN basis kertas.
"Kalau ABK di SLB bisa baca braille, tetapi yang di sekolah inklusi biasanya belum tentu, sehingga ada yang butuh pendamping khusus setiap ABK," ucapnya.
Adapun soal untuk ABK tunanetra telah dicetak di Jakarta dalam bentuk braille kemudian didistribusikan ke daerah. Cara lain bagi ABK dengan membacakan soal oleh guru pendamping.
Akan tetapi, kendalanya siswa ABK tunanetra akan kesulitan jika memakai metode dibacakan terutama pada Mata Pelajaran Matematika atau IPA yang menggunakan rumus kimia, fisika dan sejenisnya.
Aji menegaskan, memberi kebebasan kepada ABK untuk memilih berbagai metode pengerjaan soal. Pihaknya siap memfasilitasinya dengan baik.
"Biasa anak tunanetra itu menggunakan komputer suara misal A, B, C dan seterusnya, atau satu kata berbunyi tulisan ada. Kalau tuna netra ini pakai UNBK, soal dari pusat yang tidak siap dan belum semua sekolah inklusi yang siap untuk itu. Kalau SLB sudah siap komputernya," terang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengibaran bendera Iran di Stadion Los Angeles saat Piala Dunia 2026 disambut meriah suporter. Iran juga sukses menahan Selandia Baru 2-2.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Rabu 17 Juni 2026 lengkap. Cek jam berangkat, tips tiket, dan info terbaru.
Jadwal SIM keliling Jogja 17 Juni 2026 di Godean. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM terbaru.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini cerah berawan dengan suhu hingga 32°C. BMKG imbau waspada perubahan cuaca lokal.
Film zombie Korea Colony karya Yeon Sang-ho menembus 5 juta penonton dalam tiga pekan. Sukses besar di Cannes dan box office 2026.
Terlalu sering minum kopi kekinian bisa memicu gangguan tidur, berat badan naik hingga risiko diabetes. Simak 13 dampaknya bagi kesehatan.