Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Masih Mahal

13 Maret 2018 09:20 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harga sejumlah kebutuhan pokok di Gunungkidul dinilai masih cukup tinggi akhir-akhir ini

 
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Harga sejumlah kebutuhan pokok di Gunungkidul dinilai masih cukup tinggi akhir-akhir ini.Tingginya harga itu terjadi pada komoditas beras, dan juga cabai rawit merah, dan bawang merah.

Kepala seksi distribusi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Gunungkidul, Sigit Haryanto mengatakan untuk beras premium sebenarnya sudah turun Rp200, namun untuk beras medium belum mengalami penurunan.

“Beras Premium turun Rp200, jadi Rp12.000/kg nya, sementara itu untuk beras medium masih sekitar Rp10.000. Kalau diukur dengan HET nya masih terbilang tinggi, beras mediun HET nya Rp9.450/kg, tapi kalau beras premium di bawah HET, yaitu HET nya Rp12.800/kg,” kata Sigit, Senin (12/3/2018).

Namun dia mengatakan kemungkinan, tren penurunan akan mulai bulan ini. Hal itu didasari saat ini banyak petani di Gunungkidul maupun daerah lain sudah mulai memasuki masa panen raya.

Untuk cabai rawit merah saat ini dinilainaya masih fluktuatif Rp62.000/kg, sebelumnya Rp55.000/kg, dan sempat menembus Rp67.000/kg. Bawang merah juga dinilainya mengalami kenaikan meski tidak begitu banyak, dari Rp20.000 menjadi Rp23.000. Untuk kebutuhan pokok lainnya Sigit menilai belum ada kenaikan.

Salah seorang pedagang di Pasar Argosari, Wonosari, Tumiyah juga mengatakan beras memang mengalami penurunan, tapi sangat sedikit, dan dirasanya masih mahal. Saat ini pasokan berasnya sendiri lebih banyak didapat dari luar Gunungkidul.

“Beras masih mahal juga, yang kualitas bawah sekarangkan juga sulit didapat, biasanya yang beli untuk nasi goreng, peyek dan lain sebagainya. Selain beras juga cabai rawit merah naik, bawang merah juga naik menjadi Rp25.000 yang bagus, untuk yang biasa kisaran Rp16.000,” katanya.