OPINI: Efisiensi Berkeadilan, Pedoman Konstitusional Program Strategis Pemerintah
Efisiensi berkeadilan menjadi pedoman penting dalam pelaksanaan MBG dan KDMP agar program memberi manfaat tanpa mematikan persaingan.
Kota Wates tak ingin kalah dengan Kecamatan Temon
Harianjogja.com, KULONPROGO-Tak ingin ibu kota kabupaten kalah maju dengan Kecamatan Temon pasca-beroperasinya New Yogyakarta International Airport (NYIA), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo berencana mengembangkan kawasan Perkotaan Wates.
Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Langgeng Raharjo mengatakan meski Temon nantinya bakal menjadi kawasan yang ramai, Pemkab berupaya menjaga agar Kota Wates tetap menjadi sentral. Seperti diketahui, secara administratif, Wates merupakan ibu kota Kulonprogo.
"Dengan adanya pengembangan Kota Wates, maka eksistensi Kota Wates sebagai ibu kota kabupaten diharapkan tetap terjaga," katanya, Senin (12/3/2018).
Guna mendukung rencana tersebut, pemkab diakuinya mulai menyiapkan peraturan serta infrastruktur pendukung yang bisa menunjukan eksistensi Wates sebagai ibu kota Kabupaten Kulonprogo. Menurut dia, bagian dari perkotaan Wates yang nampak belum representatif dan perlu dipersiapkan infrastruktur pendukung adalah kompleks perkantoran yang dinilainya terlampau padat.
"Kalau kawasan sekitar Jalan Sugiman sukar berkembang karena lahan yang sempit. Sehingga kami punya pemikiran, agar simbol-simbol pemerintahan ini dibuat di perkantoran baru," kata dia.
Setelah dilakukan pengembangan, harapannya kawasan perkantoran bisa seimbang dan tumbuh bersama permukiman dan perdagangan. Langgeng mengatakan pengembangan perkotaan Wates masih membutuhkan kajian dan pertimbangan. Sejumlah uang, kata dia, sudah dikantongi oleh pemkab. Mulai dari pembagian kawasan menjadi kawasan perkantoran, bisnis serta pelayanan publik, hingga penetapan kawasan ibu kota yang didasarkan pada sejarah Kulonprogo.
“Sedangkan menilik perjanjian sejarah berdirinya Kabupaten Kulonprogo, maka nantinya ibu kota Kulonprogo berada di Adikarto dengan perbatasan ada di Wates bagian selatan. Dengan pertimbangan itu, maka dimungkinkan ibu kota berada di wilayah Adikarto.”
Seperti diberitakan, tahun ini pemkab sudah memulai langkah pengembangan kawasan perkotaan itu dengan menata area Alun-Alun Wates. Penataan itu tetap menjadikan Alun-Alun Wates sebagai ruang publik yang dilengkapi dengan ruang terbuka hijau, taman, kantor pemerintahan.
Dalam pemetaan, penataan akan dimulai dari sebelah timur kompleks Kantor Pemkab Kulonprogo ke utara sampai Gereja Kristen Jawa Wates. Dilanjutkan ke barat atau sebelah belakang Rumah Dinas Bupati ke arah barat sampai Gereja Katolik Santa Maria Bunda Penasihat Baik, belok ke selatan sampai perlintasan kereta api sebelah barat.
"Penataan Alun-Alun Wates bertujuan untuk menata wajah kota dan menjadikan Alwa sebagai ikon Kota Wates layaknya alun-alun di banyak daerah. Penyusunan perencanaan melibatkan semua elemen masyarakat, misalnya Kodim, Rutan, BRI, Dinkes, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, DPU, Dinas Perhubungan," kata Sekretaris Dispetarung Kulonprogo, Aris Nugroho.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Efisiensi berkeadilan menjadi pedoman penting dalam pelaksanaan MBG dan KDMP agar program memberi manfaat tanpa mematikan persaingan.
Kemensos mencatat lebih dari 10,8 juta keluarga mengajukan usulan baru bansos dan 82 ribu keluarga disanggah hingga September 2026.
Helikopter Polri mengevakuasi satu jenazah korban KM Virgo Transport 8 dari lokasi 30 NM dari daratan menuju Banjarmasin.
Kulonprogo menyiapkan Raperbup untuk memperkuat verifikasi data warga miskin hingga tingkat kalurahan agar bantuan lebih tepat sasaran.
Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah mempercepat verifikasi dan validasi sekitar 24.000 bangunan Koperasi Merah Putih.
Kemkomdigi menyebut Telegram dan Pinterest masuk kategori risiko tinggi bagi anak berdasarkan penilaian mandiri yang telah diverifikasi.