Profil Blok Natuna D-Alpha Punya Gas 222 TCF, Dikembangkan Hashim Djojohadikusumo
Arsari Group memenangkan lelang Natuna D-Alpha dengan komitmen Rp1,83 triliun. Blok ini memiliki potensi gas hingga 222 TCF.
Selama ini, masyarakat sering menyepelekan penggunaan obat dengan tanpa resep
Harianjogja.com, JOGJA-Penyakit mata glaukoma menjadi penyebab kebutaan permanen nomor satu di dunia yang jarang disadari masyarakat. Penyakit yang dikenal sebagai pencuri penglihatan ini memang kurang familiar dibandingkan katarak.
Guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya glaukoma, RS Mata Dr YAP melakukan sosialisasi sekaligus memberikan 100 kuota bagi masyarakat yang akan memeriksakan mata secara gratis dalam rangkaian World Glaucoma Weeks (WGW) di Puskesmas Gondokusuman I Jogja, Rabu (14/3/2018).
Direktur RS Mata Dr YAP Eny Tjahjani Permatasari menjelaskan, selama ini masyarakat lebih familiar dengan katarak dibandingkan glaukoma. Jika katarak masih bisa diselamatkan dan pasien dapat melihat, namun pada glaukoma kebutaan akan terjadi secara permanen atau tidak bisa diperbaiki. Pihaknya merasa perlu menyampaikan kepada masyarakat tentang bagaimana mencegah dan mendeteksi glaukoma ini melalui kegiatan World Glaucoma Week (WGW).
"Kami ingin glaukoma penyebab kebutaan permanen atau irreversible ini juga diwaspadai dan disadari oleh masyarakat, terutama bagi yang memiliki faktor resiko," terangnya dalam konferensi pers di Aula RS Dr YAP, Jalan Cik Ditiro, Jogja, Senin (12/3/2018).
Ia menambahkan, glaukoma dapat menyerang siapa saja tak terkecuali anak, tetapi lebih didominasi usia di atas 40 tahun. Apalagi jika salah satu dari anggota keluarga ada yang menderita sakit mata akan memiliki faktor risiko yang cukup besar.
Glaukoma yang terjadi karena keturunan ini disebut dengan glaukoma primer, sedangkan glaukoma sekunder disebabkan karena trauma mata, diabetes, pendarahan mata, dan radang mata. Oleh karena itu deteksi dini harus dikedepankan untuk mencegah penyakit ini.
Sayangnya, masyarakat sering kali tidak menyadari glaukoma dan baru memeriksakan ke dokter setelah terjadi kebutaan total atau saraf mata sudah rusak. "Gejalanya sakit kepala, mual, pegal, muntah, mata merah, seperti melihat pelangi di sekitar lampu dan penglihatan buram," ujarnya.
Dalam event Pekan Glaukoma Sedunia itu, pihaknya mengerahkan dokter spesialis mata, dokter residen, perawat dan kader kesehatan untuk melakukan screening glaukoma di Puskesmas Gondokusuman I dengan kuota 100 pasien. "Kami juga menyediakan enam kuota operasi lanjutan trabekulektomi gratis untuk peserta glaukoma tidak mampu yang bukan pemegang BPJS," ujarnya.
RS YAP, kata dia, juga memberikan pendampingan pada tiga puskesmas di Jogja agar bisa membantu deteksi glaukoma. Ketiganya adalah Puskesmas Gondokusuman 1 dan 2 serta Puskesmas Jetis.
Selama ini, masyarakat sering menyepelekan penggunaan obat dengan tanpa resep. Obat golongan steroid paling banyak menyebabkan kebutaan. Obat ini dapat menimbulkan kerusakan pengeluaran cairan bola mata yang akibatnya tekanan bola mata meningkat. Pasien biasanya dengan mudah membeli obat tersebut dan dilayani oleh penjual dengan tanpa resep.
"Awalnya memang pakai resep tetapi karena merasa cocok kemudian membeli tanpa resep dengan hanya membawa wadahnya ke apotek, padahal steroid ini bisa menimbulkan kerusakan saluran pembuangan sehingga terjadi tekanan tinggi, sarafnya rusak," ungkap Retno Ekantini Dokter Spesialis Mata Subdivisi Glaukoma RS DR YAP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arsari Group memenangkan lelang Natuna D-Alpha dengan komitmen Rp1,83 triliun. Blok ini memiliki potensi gas hingga 222 TCF.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp104.850 per kg berdasarkan PIHPS 24 September 2026. Simak harga pangan pokok lainnya.
Diduga dijaminkan tanpa izin ahli waris, sertifikat tanah warga Karangsari menjadi sengketa hingga Lurah dan dua Direktur BUMDes digugat ke PN Wates.
Nadiem Makarim menjalani sidang putusan banding kasus Chromebook hari ini. Ia sebelumnya divonis 10 tahun penjara dan uang pengganti Rp809,59 miliar.
FORTANI '26 terbentuk di Sleman dan menyerukan enam tuntutan agraria, dari legalisasi lahan petani hingga perlindungan pangan.
Harga emas Antam Kamis 24 September 2026 turun Rp25.000 menjadi Rp2,605 juta per gram. Simak harga lengkap dan buyback.