DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Keyakinan ini tidak lepas dari pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang melintas di sepanjang pesisir Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pemerintah Kabupaten optimistis Pelabuhan Sadeng di Kecamatan Girisubo bisa menjadi sentra ikan di wilayah DIY. Keyakinan ini tidak lepas dari pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang melintas di sepanjang pesisir Gunungkidul.
Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono mengatakan, pembangunan JJLS akan memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan ekonomi di wilayah pesisir. Dapak ini juga akan dirasakan oleh para nelayan yang ada di Pelabuhan Sadeng, Girisubo.
Menurut dia, dengan JJLS maka mobilitas dalam pendistribusian hasil laut akan lebih mudah. Dampak ini pun dapat dirasakan nelayan karena pemasaran akan lebih mudah. “Ya harapannya dengan akses yang mudah maka kesejahteraan nelayan bisa meningkat,” kata Drajad kepada wartawan, Kamis (15/3/2018).
Dia menjelaskan, untuk saat ini dampak pembangunan JJLS belum bisa dirasakan karena prosesnya masih terus berjalan. Saat jalan itu sudah terhubung dari Jawa Timur, DIY hingga Jawa Barat maka dampaknya akan mulai terasa.
Ia mengatakan, potensi Sadeng dapat terus dikembangkan seiring dibangunnya JJLS. Terlebih lagi, kata dia, selain letak yang makin strategis [dengan keberadan JJLS], pelabuhan ini memiliki lokasi yang representatif ketimbang pelabuhan lain di wilayah DIY.
“Dari sisi lokasi karang-karang di sekitar pelabuhan bisa menjadi pemecah ombak alami sehingga dapat mempermudah keluar masuk kapal,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.