Lapak Berpindah Tangan, Pendataan Pedagang Molor

Ilustrasi pasar tradisional - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
01 April 2018 07:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Banyaknya data pemilik stan, kios dan lapak yang tidak sesuai dengan data yang dimiliki Disperindag membuat pendataan molor dari target

Harianjogja.com, SLEMAN-Banyaknya lapak pedagang yang berpindah tangan kepemilikan bikin pendataan ribuan pedagang Pasar Prambanan sulit dirampungkan.

Kabid Pembinaan dan Pengembangan Pedagang Pasar Tradisional Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Haris Martapa mengatakan banyaknya data pemilik stan, kios dan lapak yang tidak sesuai dengan data yang dimiliki Disperindag membuat pendataan molor dari target. Seharusnya, kata dia, pada Maret ini pasar baru yang pembangunannya menelan anggaran hingga Rp24 miliar itu sudah bisa beroperasi.

"Kendala pendataan belum selesai banyak. Salah satunya, banyak data pedagang yang tidak sesuai. Jadi kami harus cermat," katanya Harianjogja.com, Kamis (29/3/2018).

Diakuinya, tidak sedikit oknum yang mengaku-ngaku sebagai pemilik stan, kios dan lapak. Kasus lainnya, kata Haris, sejak pembangunan pasar tersebut dilakukan empat tahun lalu tidak sedikit kios atau stan yang beralih tangan. Baik disewa maupun dijual belikan. Kondisi tersebut menyebabkan data Disperindag berbeda dengan data di lapangan. "Padahal sejak awal kami sudah ingatkan agar tidak boleh beralih tangan. Kami prihatin pedagang tidak mematuhi aturan ini," ujarnya.

Pendataan ulang yang dilakukan Disperindag dalam sebulan terakhir dilakukan dalam beberapa tahap. Penempatan pedagangan pasar nantinya juga akan dilakukan secara bertahap sesuai hasil verifikasi yang dilakukan. Dia berharap masyarakat untuk bersabar agar proses pemindahan para pedagang dapat berjalan sesuai aturan.

Tahap pertama penempatan pedagang lama sejumlah 2.108 pedagang. Tahap kedua dilakukan jika ada tempat untuk masyarakat umum warga Sleman diutamakan. "Jangan percaya dengan jual beli lapak karena akan melalui verifikasi data yang ketat dari dinas," katanya.

Kepala Dinas Disperindag Sleman Tri Endah Yitnani mengatakan jumlah pedagang yang akan menempati pasar tersebut sudah terdata, yakni mencapai 2.108 pedagang. Ketika menempati pasar tersebut nanti, kata Endah, posisi pedagang masih seperti saat mereka menempati pasar sebelum dibangun.

"Misalnya dia dulu ada di kios hadap dalam, maka penempatannya nanti ya seperti itu. Hanya untuk urutannya yang diundi. Begitu pula dengan pedagang yang menempati los," kata Endah.

Selain itu, Disperindag diakuinya juga akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman dan Dishun DIY terkait dengan penerapan rekayasa lalu lintas di sekitar pasar tersebut. Penerapan rekayasa lalu lintas, katanya, tetap mengacu pada analisis dampak lalu lintas (andalalin) yang telah disusun. "Pasar baru itu juga dilengkapi dengan TPA [tempat pembuangan sampah], tempat penitipan anak. Ruangannya sudah terkonsep dan tersedia," ujarnya.