Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Pantai Samas, Bantul./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL- Wacana membuat kota baru di wilayah pesisir mirip Pattaya di Thailand mendapatkan respons baik dari warga sekitar. Namun demikian, pemkab diminta benar-benar memperhatikan masalah regulasi sehingga pertumbuhannya ada kejelasan serta dapat memberikan dampak yang baik.
Ketua Divisi Konservasi Keluarga Pemuda Pemudi Baros (KP2B) Dwi Ratmanto mengatakan secara detail belum mengetahui rencana pendirian kota baru di kawasan pesisir mulai dari Pantai Baros hingga Samas.
Hanya saja, ia menyambut positif terkait dengan rencana tersebut sehingga dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan parisiwata di wilayah tersebut. “Mudah-mudahan masyarakat ikut dilibatkan dalam program tersebut sehingga ada kesamaan visi misi sehingga potensi masalah dapat ditekan,” kata Ratmanto kepada Harianjogja.com, Sabtu (7/4/2018).
Menurut dia, yang tak kalah penting dalam pembangunan kota baru menyangkut masalah perencanaan dan tata ruang. Baginya, kajian perlu dilakukan sehingga diketahui bagaimana dampak perkembangan kota baru kepada masyarakat. “Kajian yang dilakukan harus matang, termasuk di dalamnya melindungi kawasan lindung yang sudah ada [semisal kawasan konservasi dan heritage] tidak terancam dengan pembangunan itu,” ungkapnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat di Pantai Samas, Slamet mengatakan, kawasan pesisir bisa menjadi wajah baru bagi Bantul karena keberadaan bandara baru di Kulonprogo dan Jalur Jalan Lintas Selatan. Menurut dia, tanpa ada campur tangan dari pemerintah, wilayah pesisir akan berkembang dengan sendirinya karena memiliki lokasi yang strategis. “Ini sudah hukum alam, jika ada tempat strategis maka akan berkembang dengan cepat,” katanya.
Slamet menekankan, yang terpenting dalam penyusunan masterplan kota baru adalah regulasi. Hal ini dibutuhkan agar dalam pengembangan memiliki konsep yang jelas. Terlebih lagi, kata dia, perkembangan tersebut tidak hanya memiliki dampak positif, namun juga ada negatif. Salah satunya, warga asli akan tersingkir dengan perkembangan sebuah wilayah.
“Sudah banyak contoh warga asli yang tersingkir karena perkembangan wilayah. Jadi sejak perencanaan harus ada regulasi yang jelas. Saat proyek sudah jalan tinggal melaksanakan seperti apa yang telah dikonsepkan sejak awal dengan mengacu pada regulasi yang ada,” ujarnya.
Menurut dia, bukti bahwa kawasan pesisir di Samas hingga Baros sebagai kawasan strategis dapat dilihat dari harga tanah yang naik tinggi. Tiga tahun lalu, kata Slamet, per meternya dihargai Rp650.000, namun sekarang sudah mencapai Rp1,5 juta untuk setiap meter. “Ini bukan omong kosong karena sudah banyak orang yang mencari tanah di kawasan Baros-Samas. Selain letaknya yang strategis, juga memiliki pemandangan yang indah antara hamparan sawah dengan pantai. jadi tidak salah kalau kawasan itu diincar banyak orang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Bantul Fenti Yusdawati memastikan pembuatan kota baru di kawasan pesisir masih sebatas rencana. Tahun ini, pemkab sedang melakukan penyusunan masterplan terkait dengan pembangunan tersebut. “Konsep masih menunggu penyusunan masterplan. Yang jelas, pembangunan kota ini erat kaitannya dengna keberadaaan bandara baru Kulonprogo dan JJLS,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
KPK mengawasi program Makan Bergizi Gratis agar bebas korupsi. Anggaran MBG 2026 mencapai Rp268 triliun dan jadi sorotan.
Kemeriahan Laki Code kemudian ditutup dengan special performance dari DJ Paws dan Los Pakualamos yang memukau dari panggung utama
UII mengecam penangkapan relawan dan jurnalis dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, termasuk alumnus UII asal Indonesia.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Lamine Yamal menargetkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia 2026 bersama La Roja.