Sistem Pembayaran dengan QR Code Mendesak Dilakukan di Pasar Jogja, Ini Alasannya

Salsabila Annisa Azmi
Salsabila Annisa Azmi Rabu, 18 April 2018 13:17 WIB
Sistem Pembayaran dengan QR Code Mendesak Dilakukan di Pasar Jogja, Ini Alasannya

Ilustrasi QR code./Ist-Liputan6

Harianjogja.com, JOGJA-Moratorium PNS turut berdampak pada molornya proses input data pembayaran retribusi pasar Kota Jogja. Adanya sistem pembayaran retribusi menggunakan quick response (QR) code yang ditempelkan di Buku Ketetapan Pembayaran Retribusi (BKPR) mendesak untuk dilakukan untuk mengakali kekurangan pegawai administrasi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja Maryustion Tonang mengatakan, akan ada lima pasar yang menjadi pilot project sistem QR code. Kelima pasar itu yaitu Pasar Aneka Satwa Tanaman Hias Yogyakarta (Pasthy), Pasar Karangwaru, Pasar Ngasem, Pasar Talok, dan Pasar Gedongkuning.

"Saat ini sedang dalam proses pengadaan ponsel berbasis android untuk petugas. Nantinya, dengan sistem ini kan penarikan retribusi tiga pasar bisa dilakukan dengan cepat oleh satu orang," kata Tonang, Selasa (17/4/2018).

Tonang mengatakan, dia belum mengetahui secara pasti berapa anggaran pengadaan ponsel yang diajukan dalam APBD. Nantinya ponsel itu akan melakukan scanning QR code BKPR yang akan langsung terekam di basis data Disperindag Kota Jogja. Uji coba sistem ini akan dilakukan secara bertahap di lima pasar mulai Juni sampai Juli.

Lurah Pasar Karangwaru Sri Lestari mengatakan, permasalahan penarikan retribusi di Pasar Karangwaru didominasi oleh data yang tidak terorganisasi dengan baik. Seringkali membuat petugas melewati pedagang yang belum membayar.

"Sistem itu memang menurut saya mendesak untuk dilakukan, supaya data lebih rapi dan akurat. Tetapi tentunya masih harus ada evaluasi bertahap. Pasar Karangwaru siap untuk menjalankan sistem itu," kata Sri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online