BRI Mocosik Festival 2018 Kolaborasikan Sastrawan dan Seniman Kondang Tanah Air

Bazar buku di acara Mocosik yang diselenggarakan 12 Februari 2017 lalu di JEC. - Ist/BRI
19 April 2018 10:50 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Jika buku adalah teman paling loyal (Ernest Hemingway), musik adalah bahasa manusia paling universal (Henry Wadsworth). Jika buku memberikan makna, maka musik memberi jiwa pada alam semesta. Buku menuntun kita menemukan eksistensi, dan musik menerbangkan kita menjelajah imajinasi. Buku membawa kita kepada kebijaksanaan hidup, dan musik membawa kita kepada keindahan dan kegembiraan hidup.

Mocosik adalah festival tahunan yang dirancang untuk mempertemukan dalam satu panggung dua kultur yang berbeda, yakni buku dan musik. Kedua kultur yang masuk dalam ranah literasi budaya itu diringkus dalam satu ikatan akronim: Mocosik. Dalam bahasa Jawa, “maca” atau “moco” artinya baca, sementara “sik” berarti “musik”.

Pada tahun ini, Bank BRI Mocosik Festival 2018 mengusung tagline besar "merayakan buku dan musik", Mocosik menampilkan dua budaya secara serentak dan kontinum. Buku yang sunyi disandingkan dengan musik yang berbunyi lewat sebuah perayaan selama tiga hari pada 20-22 April 2018.

Di panggung Mocosik, baik buku maupun musik adalah sebuah percakapan kreatif. Panggung buku mewujud dalam obrolan dan bazar, sementara musik adalah dialog dalam bunyi dan lirik. Baik panggung buku dan musik, sukma utama yang ditumbuhkan adalah perjumpaan serta penciptaan kreatif dalam kereta literasi budaya yang panjang.

Mocosik itu membaca buku dalam acara musik yang asik. Kami merangkul dua dunia dengan pelakunya masing-masing. Ratusan penerbit dan pegiat buku diundang dalam bazar buku dan percakapan literasi di panggung Buku. Sementara itu, di panggung Musik, kami hadirkan musisi-musisi papan atas, baik grup maupun solo,” kata Founder Mocosik Festival, Anas Syahrul Alimi melalui rilis kepada Harianjogja.com, Rabu (18/4/2018).

“Kami akan memberikan panggung yang sama besar untuk buku dan musik, Mocosik akan mempertemukan pembaca yang baru, yakni pecinta musik dan buku. Kami berharap antara penggerak budaya pop seperti musik bertemu menjadi satu arus kesadaran bahwa literasi penting untuk membangun peradaban di mana kita hidup sehari-hari,” lanjut Anas.

Sementara itu Project Director Mocosik Festival, Bakkar Wibowo menyampaikan semua lapak buku digratiskan kepada seratus penerbit yang terseleksi, bersama ribuan judul buku di sana. “Silakan pilih mana yang Anda suka dengan menukarkan tiket dengan buku. Jadi, beli tiket nonton konser musik dapat buku. Jika buku ingin disumbangkan, kita juga menyediakan tempat untuk menyumbangkan buku,” ungkap Bakkar. 

Jelas Bakkar kembali, di panggung Galeri Seni Rupa, Bank BRI Mocosik Festival 2018 menampilkan pameran arsip dari Buldanul Khuri dengan tajuk 25 Tahun Buldanul Khuri Berkarya. Pria kelahiran Kotagede Jogja tersebut menurut Bakkar dikenal bukan hanya sebagai penggerak dunia penerbitan buku-buku humaniora di seantero Jogja, namun juga sosok penting yang membawa karya seni rupa di sampul buku. “Di panggung galeri seni rupa nanti juga akan dihadirkan pula karya seni dari perupa Titarubi dan Ong Hari Wahyu,” lanjut Bakkar.

Bank BRI MocoSik Festival 2018 diselenggarakan di Jogja Expo Centre (JEC). Mocosik berlangsung selama tiga hari dengan empat acara utama yaitu pertunjukan musik, bazar buku, talkshow buku dan literasi serta pameran arsip dan seni rupa buku. Di panggung pertunjukan musik, grup musik serta musisi yang akan tampil adalah Kahitna, Rio Febrian, Letto, Melancholic Bitch, Pure Saturday, Tulus, Tompi, Ten2Five, Frau, Neonomora, Slank, Glenn Fredly, dan Sirkus Barock.

Di panggung buku dan literasi, para penampil bukan hanya dari sastrawan dan penulis, melainkan juga musisi, sutradara film, dan pegiat seni rupa. Di antaranya yang dihadirkan adalah Sapardi Djoko Damono, Seno Gumira Ajidarma, Aan Mansyur, Alia Swastika, Yovie Widianto, Kamila Andini, Garin Nugroho, dan Adib Hidayat.

Selain itu, ada pula nama-nama yang tak asing di publik sastra dan perbukuan Jogja, seperti Afrizal Malna, Edy AH Iyubenu, Muhidin M. Dahlan, Mahfud Ikhwan, Iqbal Aji Daryono, dan Irwan Bajang. Tak kalah serunya dengan penampilan yang siap disajikan Bank BRI MocoSik Festival 2018 lainnya, ada juga Jubing-Reda, Yovie Widianto, Semendelic dan Sri Krisna siap menggempar panggung talkshow untuk menampilkan kebolehan mereka dalam bermusikalisasi. 

Harga Tiket Bank BRI Mocosik #2 Tahun 2018: 75K/hari (Tiket konser musik juga sebagai voucher belanja buku di 100 stand penerbit se-Indonesia). Tiket online: tiketapasaja.com, Info: Instagram/Twitter/Facebook @MocoSikFestival. Hotline: 08 222 666 4343/0274 521328. (*)