Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Ilustrasi persiapan UNBK./Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, BANTUL-Kepala SMP Negeri 1 Bantul, Tri Kartika Rina mengatakan, total peserta UNBK di sekolahnya sebanyak 300 siswa. Proses ujian dibagi dalam dua sesi karena jumlah komputer ada 150 unit, termasuk di antaranya komputer jinjing milik peserta UNBK.
Tri mengaku sejak dua tahun terahir, UNBK sebagian menggunakan laptop siswa karena keterbatasan jumlah komputer. "Komputer yang ada di sekolah hanya ada 75 unit di laboratorium," kata dia, Jumat (20/4/2018).
Setiap tahun pihaknya hanya mampu membeli komputer lima sampai tujuh unit dari anggaran dana bantuan operasional sekolah (BOS).
Menurut dia, 75 unit komputer yang ada untuk kepentingan belajar sebetulnya sudah lebih dari cukup, karena di SMP Negeri 1 Bantul tidak ada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Komputer dibutuhkan saat UNBK saja. Meski meminjam laptop siswa, pihaknya memastikan tidak ada perbedaan.
Puluhan laptop milik siswa yang akan digunakan untuk UNBK sudah dikarantina sejak sepekan yang lalu, "Untuk diinstal prangkat agar bisa digunakan ujian," kata Tri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina