Update Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, 3 Juli 2026
Jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 3 Juli 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek waktu keberangkatan di sini.
Suasana Kegiatan Ikrar Kebangsaan Fatayat NU DIY 2018 di Graha Wana Bhakti Yasa Jogja, Minggu (29/4/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA-PW Fatayat NU DIY mengajak semua elemen perempuan se-DIY untuk berikrar mewujudkan Islam yang toleran, moderat, dan berkeadilan. Sudah saatnya kaum perempuan menjadi agen perubahan.
Ketua PW Fatayat DIY Khotimatul Husna mengatakan, untuk mewujudkan Islam yang toleran, moderat dan berkeadilan dibutuhkan sinergi semua pihak. Selama ini Organisasi Fatayat melakukan kerja-kerja advokasi dan program terkait penggembangan ibu dan anak. Meski begitu, kerja-kerja yang dilakukan Fatayat selama ini masih perlu terus ditingkatkan. Terutama diusia yang ke 68 tahun.
"Sudah saatnya semua elemen perempuan se DIY menjadi agen perubahan untuk mewujudkan Islam yang moderat, toleran dan berkeadilan," katanya di sela-sela Ikrar Kebangsaan dan penandatanganan kesepakatan Perempuan DIY 2018 di Graha Wana Bhakti Yasa Jogja, Minggu (29/4/2018).
Menurutnya, semangat ikrar tersebut lahir karena saat ini muncul kelompok yang ingin mengusik keutuhan NKRI. Bahkan akhir-akhir ini muncul kembali kelompok Islam intoleran, melakukan kekerasan terhadap kemanusiaan, khususnya terhadap perempuan. Fatayat NU, katanya, sebagai sayap perempuan muda organisasi NU selalu berjuang dalam garis perjuangan yang sudah ditegaskan ulama dan kiai.
"Fatayat NU tak akan pernah rela kalau NKRI yang sudah didirikan para pejuang ini dipenuhi konflik, kekerasan, dan pertikaian antar sesama. Kami mengajak semua elemen perempuan untuk bersama-sama menjaga bangsa dan negara ini," katanya.
Fatayat mengajak elemen bangsa untuk mempraktikkan ideologi bangsa dalam keseharian berbangsa dan bernegara. Fatayat juga mengajak semua untuk mengedepankan perdamaian dan menjauhi kekerasan dalam berbagai praktik kehidupan.
"Kaum perempuan harus ikut serta menjadi bagian penting dalam solusi kebangsaan. Ini dikarenakan kekerasan dan krisis kebangsaan harus diselesaikan. Perempuan bisa menjadi agen perubahan," ujarnya.
Ketua Panitia Harlah ke-68 PW Fatayat NU DIY Linda Nurfitria Astuti mengatakan sebagai bagian dari Jogja Istimewa, Fatayat juga mengajak masyarakat menggunakan seluruh sumberdaya dan kearifan lokal dalam kerangka Keistimewaan DIY. Ini penting dilakukan untuk memajukan kebudayaan dan kesejahteraan seluruh warga.
"Selain Harlah Fatayat NU, kami juga menggelar pemilihan Duta Santri. Dari 165 peserta yang masuk menjadi finalis sebanyak 20 peserta," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 3 Juli 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek waktu keberangkatan di sini.
KPK tegaskan pengembalian amplop oleh Menhut tidak menghapus pidana, penyidikan dugaan suap kawasan hutan Kuansing terus berjalan.
Konser Slank di Bandung hadirkan nostalgia dan dorong musisi lokal serta ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Danais DIY bangun 146,3 km jalan desa dan rehab ratusan RTLH, dorong ekonomi serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Penembakan saat perayaan 4 Juli di Brooklyn New York melukai 8 orang termasuk anak-anak, satu korban kritis. Polisi selidiki motif.
Awan panas guguran Merapi terjadi 5 Juli 2026 ke arah Kali Putih. Status masih Siaga, warga diminta jauhi zona bahaya.