Stunting di Kota Jogja Menurun, Kotagede Masih Tertinggi
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. ANTARA/Luqman Hakim
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mulai melakukan penataan terhadap para pengamen jalanan di kawasan Malioboro dan sekitarnya. Sebagai bagian dari program tersebut, beberapa hotel dan restoran di Kota Jogja telah bersedia menampung pengamen binaan Pemkot Jogja untuk menampilkan bakatnya.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyampaikan upaya tersebut merupakan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menciptakan suasana wisata yang nyaman di Kota Jogja.
“Yang di restoran, di hotel itu sudah ada delapan yang bersedia menerima. Jadi nanti pengamen tidak lagi di jalan atau perempatan, tapi di tempat yang memang disiapkan,” katanya, Selasa (7/10/2025).
Selain itu, menurutnya, Pemkot Jogja juga telah menyiapkan tujuh titik bagi pengamen di kawasan Malioboro. Titik-titik tersebut mulai dari Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Kilometer. Menurutnya, titik penempatan pengamen tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan dan estetika di kawasan tersebut.
“Di perempatan jalan enggak boleh, itu yang kita relokasi. Jadi nanti ngamen di titik-titik yang sudah kita siapkan, bukan di tengah jalan atau mendatangi orang makan,” katanya.
Dia menuturkan langkah tersebut juga sebagai jawaban dari keluhan wisatawan dan pengusaha hotel yang terganggu dengan aktivitas pengamen di area terbuka.
“Ada hotel yang dekat perempatan, tamunya protes karena ada pengamen dengan lagu yang itu-itu aja. Jadi memang perlu ditata supaya lebih rapi,” katanya.
Sebelumnya, menurut Hasto, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja melakukan kurasi dan pendataan pengamen yang akan direlokasi ke tujuh titik di kawasan Malioboro maupun ke hotel dan restoran tersebut. Sehingga menurut Hasto, pengamen yang akan tampil di sana mampu menunjukkan talentanya dengan optimal.
“Kalau bisa nanti ada kotak donasi, jadi seperti di tempat pertunjukan kecil. Kita ingin tetap ada ruang bagi mereka untuk berekspresi, tapi dengan cara yang lebih tertib,” katanya.
Selain menata pengamen, Pemkot juga terus melakukan penertiban terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng) di luar kawasan Malioboro. Hal itu dilakukan untuk
“Sudah kita sweeping dan diserahkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan assessment,” katanya. (Stefani Yulindriani)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
Transaksi emas digital di ICDX mencapai Rp172,7 triliun pada semester I 2026, melonjak 601% seiring meningkatnya minat investasi masyarakat.
Harga pangan nasional hari ini mencatat cabai rawit merah Rp54.400 per kg dan telur ayam ras Rp29.600 per kg. Simak daftar harga terbaru.
Harga emas perhiasan hari ini Sabtu 25 Juli 2026 naik tipis. Simak daftar harga emas 24 karat hingga 5 karat di Lakuemas dan Rajaemas.
Subandi Giyanto tetap melestarikan lukisan kaca dan tatah sungging di Bantul sambil mencetak generasi baru lewat pelatihan gratis.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Sabtu 25 Juli 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.