Sapi Madura dan Bali Diburu untuk Kurban, Harga Rp25 Juta Paling Dicar
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. ANTARA/Luqman Hakim
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mulai melakukan penataan terhadap para pengamen jalanan di kawasan Malioboro dan sekitarnya. Sebagai bagian dari program tersebut, beberapa hotel dan restoran di Kota Jogja telah bersedia menampung pengamen binaan Pemkot Jogja untuk menampilkan bakatnya.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyampaikan upaya tersebut merupakan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menciptakan suasana wisata yang nyaman di Kota Jogja.
“Yang di restoran, di hotel itu sudah ada delapan yang bersedia menerima. Jadi nanti pengamen tidak lagi di jalan atau perempatan, tapi di tempat yang memang disiapkan,” katanya, Selasa (7/10/2025).
Selain itu, menurutnya, Pemkot Jogja juga telah menyiapkan tujuh titik bagi pengamen di kawasan Malioboro. Titik-titik tersebut mulai dari Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Kilometer. Menurutnya, titik penempatan pengamen tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan dan estetika di kawasan tersebut.
“Di perempatan jalan enggak boleh, itu yang kita relokasi. Jadi nanti ngamen di titik-titik yang sudah kita siapkan, bukan di tengah jalan atau mendatangi orang makan,” katanya.
Dia menuturkan langkah tersebut juga sebagai jawaban dari keluhan wisatawan dan pengusaha hotel yang terganggu dengan aktivitas pengamen di area terbuka.
“Ada hotel yang dekat perempatan, tamunya protes karena ada pengamen dengan lagu yang itu-itu aja. Jadi memang perlu ditata supaya lebih rapi,” katanya.
Sebelumnya, menurut Hasto, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja melakukan kurasi dan pendataan pengamen yang akan direlokasi ke tujuh titik di kawasan Malioboro maupun ke hotel dan restoran tersebut. Sehingga menurut Hasto, pengamen yang akan tampil di sana mampu menunjukkan talentanya dengan optimal.
“Kalau bisa nanti ada kotak donasi, jadi seperti di tempat pertunjukan kecil. Kita ingin tetap ada ruang bagi mereka untuk berekspresi, tapi dengan cara yang lebih tertib,” katanya.
Selain menata pengamen, Pemkot juga terus melakukan penertiban terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng) di luar kawasan Malioboro. Hal itu dilakukan untuk
“Sudah kita sweeping dan diserahkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan assessment,” katanya. (Stefani Yulindriani)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.