Advertisement

Dispar Kulonprogo Andalkan Digitalisasi Retribusi Kejar Target PAD

Khairul Ma'arif
Senin, 19 Januari 2026 - 20:07 WIB
Jumali
Dispar Kulonprogo Andalkan Digitalisasi Retribusi Kejar Target PAD Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kulonprogo menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata sebesar Rp8 miliar pada 2026. Target tersebut meningkat sekitar 3 persen dibandingkan target 2025 sebesar Rp7,7 miliar, meskipun realisasi PAD pariwisata tahun lalu tidak tercapai.

Kepala Dispar Kulonprogo, Sutarman, menjelaskan target PAD pariwisata 2026 tersebut masih bersifat sementara karena instansinya masih melakukan penghitungan lanjutan terhadap sejumlah variabel pendukung. Namun demikian, angka Rp8 miliar telah dicantumkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Advertisement

“Target PAD pariwisata Kulonprogo di 2026 yang tercantum pada APBD sebesar Rp8 miliar,” ujar Sutarman kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Sutarman menyebutkan sumber PAD pariwisata tersebut berasal dari retribusi destinasi wisata yang dikelola langsung oleh Dispar Kulonprogo. Saat ini terdapat delapan titik destinasi wisata di bawah pengelolaan instansinya.

Untuk mengejar target tersebut, Dispar Kulonprogo telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan melakukan penertiban terhadap pengelola destinasi wisata, khususnya terkait kepatuhan dalam pemungutan retribusi pengunjung.

Langkah utama yang akan diterapkan adalah digitalisasi sistem pemungutan retribusi atau e-retribusi. Dispar Kulonprogo telah menjalin koordinasi dengan Bank BPD DIY dan Bank Indonesia yang menyatakan kesiapan mendukung penerapan sistem tersebut.

“Cara yang kami lakukan adalah digitalisasi e-retribusi. Kami sudah berkoordinasi dengan Bank BPD DIY dan Bank Indonesia dan mereka siap mensuport penerapannya,” lanjut Sutarman.

Selain digitalisasi, Dispar Kulonprogo juga akan menerapkan mekanisme monitoring dan evaluasi (monev) harian serta evaluasi bulanan. Selama ini, monev dan evaluasi rutin tersebut belum pernah dilakukan secara khusus terhadap tingkat kunjungan wisatawan.

Sutarman juga mengakui jumlah penyelenggaraan event di destinasi wisata berkurang sebagai dampak dari pemotongan anggaran. Meski demikian, pada 2026 Dispar Kulonprogo tetap mengarahkan kegiatan promosi melalui konsep sport tourism.

“Tahun ini kami lebih banyak ke sport tourism. Sesuai arahan Pak Bupati akan ada tiga event lari dan tiga event sepeda di destinasi wisata,” jelasnya.

Dalam struktur kontribusi PAD pariwisata, Pantai Glagah dan Pantai Congot masih menjadi penyumbang terbesar bagi Kabupaten Kulonprogo. Bahkan, Pantai Glagah menyumbang hampir 75 persen dari total PAD sektor pariwisata setiap tahunnya.

Hal tersebut dibenarkan Ketua Desa Wisata Glagah, Bayu Puspo Putro. Menurutnya, Pantai Glagah merupakan penyumbang PAD pariwisata tertinggi di Kulonprogo.

“PAD tertinggi sektor wisata ya Glagah. Setahun bisa lebih dari Rp5 miliar,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

OTT Wali Kota Madiun, KPK Amankan ASN hingga Pihak Swasta

OTT Wali Kota Madiun, KPK Amankan ASN hingga Pihak Swasta

News
| Senin, 19 Januari 2026, 19:47 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement