Bentrokan di Jalan Tambak Tewaskan Satu Orang Dipicu Cekcok
Bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, menewaskan satu orang. Polisi mengungkap keributan diduga dipicu cekcok di warung sarapan.
Nelayan Mina Bahari Depok 45 menepikan perahu seusai menangkap ikan di tengah Pantai Depok, Minggu (1/4/2018). /Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, KULONPROGO- Gelombang tinggi melanda kawasan pantai selatan Kulonprogo, Minggu (29/4/2018) hingga tiga hari ke depan. Akibatnya, nelayan tidak melaut.
"Ombaknya lumayan tinggi, air laut sampai tempat parkir dan Tempat Pelelangan Ikan [TPI] Trisik," kata salah satu anggota Nelayan Tani Maju Pantai Trisik Dwi Surya di Kulonprogo, Senin (30/4/2018).
Ia mengatakan gelombang pasang mulai terjadi dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB, dengan puncak setiap pukul 08.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB. Setelah itu, gelombang pasang mulai surut sampai 12.00 WIB.
Dwi mengatakan gelombang tinggi ini disertai angin, sehingga kapal nelayan sulit masuk ke tengah laut.
"Di sini tidak ada yang melaut. Angin kencang juga menghambat kapal masuk ke laut, apalagi mulai bulan purnama, gelombang laut akan lebih tinggi," katanya.
Dia mengatakan saat ini merupakan musim bawal putih. Kalau gelombang tinggi dan angin kencang, tangkapan nelayan juga tidak maksimal. Sebelumnya, dirinya bisa menangkap beberapa ekor bawal putih yang bisa menutup biaya operasional melaut.
Harga bawal putih ukuran super berkisar Rp230.000 per kg. Harga bawal tergantung pada ukuran ikan. Semakin ukurannya besar, semakin tinggi harganya.
"Kalau tidak ada gelombang tinggi dan angin besar, sebenarnya tangkapan dan pendapatan nelayan lumayan," katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo Sudarna mengatakan pihaknya sudah mengingatkan kepada nelayan supaya tidak melaut terlebih dahulu sampai gelombang normal.
"Demi keselamatan mereka, kami sudah mengimbau tidak melaut dulu," katanya.
Terkait dampak nelayan tidak memiliki pendapatan karena gelombang tinggi, Sudarna mengatakan nelayan Kulonprogo ini memiliki mata pencaharian lain, selain menjadi pelaut, yakni budi daya udang dan bertani.
"Kami kira mereka tetap memiliki pendapatan. Nelayan Kulonprogo ini multi pekerjaan, jadi kami yakin mereka tetap mendapat pendapatan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, menewaskan satu orang. Polisi mengungkap keributan diduga dipicu cekcok di warung sarapan.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.