15+ Event Jogja Juli 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
Kepala Dinkes Jogja Fita Yulia Kisworini./Harian Jogja-Abdul Hamied Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Warga diminta mewaspadai persebaran penyakit selama musim kemarau ini. Pasalnya dua penyakit dengan rIsiko kematian masih berpotensi terjadi.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan dua kasus penyakit yang perlu diwaspadai adalah demam berdarah dengue (DBD) dan Leptospirosis. "Ini harus menjadi perhatian masyarakat," katanya, Kamis (3/5/2018).
Meski kasus demam berdarah di Kota Jogja sepanjang Januari-Mei 2018 mengalami penurunan drastis dibanding tahun lalu, namun kasus leptospirosis masih menjadi ancaman. Penyakit yang disebabkan oleh air kencing tikus ini dibanding tahun lalu pada periode yang sama justru menunjukkan peningkatan.
Sejak Januari hingga Mei 2018 ini ada enam kasus Leptospirosis. Padahal pada periode yang sama tahun 2017 hanya ditemukan satu kasus. Dari enam kasus yang ditemukan tahun ini, ada tiga orang penderita yang meninggal dunia. "Dari tiga orang ini, dua orang di antaranya sudah positif akibat leptospirosis. Sedangkan satu orang lagi belum kami audit," tegasnya.
Dia berharap, warga yang memiliki luka terbuka diimbau meningkatkan kewaspadaannya saat beraktivitas. Jika ada gejala demam selama tiga hari, warga diminta segera memeriksakan di ke fasilitas layanan kesehatan.
Kepala Dinkes Jogja Fita Yulia Kisworini mengaku sudah meminta semua petugas kesehatan di semua rumah sakit pemerintah di Jogja agar lebih tanggap mengenali gejala-gelaja leptospirosis. "Kami sudah sediakan alat pendeteksi dini bakteri leptospira ke semua puskesmas dan rumah sakit daerah supaya jika ada yang terdeteksi segera dirujuk agar cepat tertangani," kata Fita.
Fita mengatakan leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan bakteri leptospira. Bakteri tersebut biasanya dibawa tikus atau hewan lainnya seperti sapi, anjing, dan kambing. Menurut dia, yang berpotensi tertular biasanya orang yang melakukan aktifitas di sawah, sungai, atau setelah bersih-bersih rumah.
Jika masyarakat merasakan panas, mual, pusing, dan nyeri otot setelah melakukan aktifitas itu agar segera memeriksakannya ke puskesmas terdekat. Namun demikian, penyakit tersebut, kata dia, sebenarnya bisa diantisipasi dengan membiasakan pola hidup bersih, "Biasakan setelah melakukan aktifitas untuk cuci tangan dengan sabun," ujar Fita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
Bulog Jogja mencapai 100% target penyerapan gabah 2026 pada Juli dengan total 196.431 ton setara beras guna memperkuat cadangan pangan.
Kemendagri meminta Pemda mengoptimalkan pajak kendaraan bermotor setelah penerimaan PKB turun Rp11,58 triliun pada 2025.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000, perjalanan pertama pukul 05.00 WIB.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengecam ancaman bom di SDN Srengseng saat MPLS karena mencederai hak anak atas rasa aman di sekolah.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000, keberangkatan pertama pukul 05.05 WIB.