Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Ilustrasi rumah di lokasi transmigrasi/dok
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memastikan persiapan pemberangkatan tiga keluarga calon transmigrasi (catrans) ke Polewali Mandar, Sulawesi Barat telah selesai. Saat ini mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan dari pemerintah pusat.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Nanang Putranto, menjelaskan meski sempat terjadi perubahan lokasi tujuan, persiapan tetap berjalan lancar.
"Alasan pemindahan dari Sukamara, Kalimantan Tengah ke Polewali Mandar karena Sukamara difokuskan untuk program transmigrasi lokal," kata Nanang, Senin (27/10/2025).
Ketiga keluarga telah mengikuti pelatihan bercocok tanam dan pembuatan pupuk di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Yogyakarta awal bulan ini.
"Mudah-mudahan dengan keterampilan tersebut bisa menjadi bekal untuk hidup baru di lokasi transmigrasi," ujarnya.
Setiap keluarga juga akan menerima bantuan sebesar Rp10 juta yang akan diberikan pada saat pemberangkatan.
Nanang mengakui hingga kini belum ada kepastian jadwal pemberangkatan. "Tinggal menunggu pemberangkatan karena persiapan sudah selesai. Juga menunggu kesiapan di lokasi tujuan," jelasnya.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Transmigrasi Gunungkidul, Supartono, mengatakan minat warga mengikuti program transmigrasi tergolong tinggi sehingga dilakukan seleksi ketat.
Proses seleksi meliputi pemeriksaan sosial ekonomi, observasi kesiapan mental dan keahlian, serta pemastian calon transmigran tidak memiliki utang di lembaga keuangan.
"Apabila ada [utang], calon transmigran perlu melunasinya sebagai persyaratan yang harus dipenuhi," tegas Supartono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
BGN menutup 833 dapur SPPG pelaksana Program MBG karena melanggar SOP, mulai dari kasus keracunan hingga IPAL yang tidak memenuhi syarat.
Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Malang-Surabaya, Pasuruan, menewaskan empat orang setelah truk bermuatan kertas diduga hilang kendali.