Advertisement

May Day, Pencairan JHT Meningkat

Abdul Hamied Razak
Jum'at, 04 Mei 2018 - 17:37 WIB
Kusnul Isti Qomah
May Day, Pencairan JHT Meningkat Petugas BPJS Ketenagakerjaan melayani warga di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (22/6/2017). - Antara/Andreas Fitri Atmoko

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) pada perayaan Hari Buruh Sedunia (May Day) tahun ini meningkat tajam. Peningkatan tersebut terjadi karena tren resign pekerja sebelum masa pensiun.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jogja Ainul Kholid mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki pencairan JHT Januari-Maret tahun ini naik sekitar 2,5% ketimbang tahun lalu pada periode yang sama. Pada 2017, ada sekitar 2.300 orang per bulan yang mengklaim JHT.

Dia mengatakan, dari ribuan orang yang mencairkan JHT, ternyata hanya puluhan orang yang benar-benar pensiun mengklaim JHT, sementara sisanya memilih resign.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

”Klaim JHT pada tiga bulan terakhir mencapai Rp47,94 miliar dari 7.295 kasus. Ini naik dibandingkan tahun lalu,” katanya kepada wartawan, Rabu (2/5/2018).

Dia mengingatkan, agar pemanfaatan klaim JHT dilakukan secara bijak. Manfaat JHT berupa uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya. Dia berharap JHT yang dicairkan menjadi berkah dan bermanfaat.

”Mereka yang resign, kami doakan mendapat pekerjaan baru dan bisa bergabung kembali menjadi peserta informal maupun formal ketenagakerjaan,” katanya.

Sejauh ini, klaim terbanyak setelah JHT adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) senilai Rp1,674 miliar dengan total 421 kasus atau naik sekitar 15,86% dibanding tahun lalu. Sedangkan klaim Jaminan Kematian mencapai Rp2,7 miliar dengan 63 juta.

”Untuk Jaminan Pensiun Rp5,9 miliar dengan 396 kasus. Yang pembayaran jaminan pensiunan sekaligus ada 50 kasus senilai Rp128 juta,” katanya.

Suyanto, salah seorang peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ikut mengajukan pencairan klaim JHT mengaku senang. Dia bermaksud untuk membuka usaha sendiri selepas tidak bekerja lagi di bagian produksi sebuah perusahaan sarung tangan di Jogja.

Advertisement

”Maunya buat modal usaha. Tapi saya belum tahu berapa (JHT) yang bisa diklaimkan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pukat UGM Ajak Masyarakat Bersuara Soal RUU Perampasan Aset Negara

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 23:57 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement