Advertisement

Saluran Kalibawang Kering, Produktivitas Budi Daya Ikan Sisik Terganggu

Beny Prasetya
Minggu, 27 Mei 2018 - 13:15 WIB
Yudhi Kusdiyanto
Saluran Kalibawang Kering, Produktivitas Budi Daya Ikan Sisik Terganggu Ilustrasi budi daya ikan - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Perbaikan Saluran Induk Kalibawang yang membuat ribuan hektare sawah kekeringan ternyata juga memengaruhi produktivitas budi daya ikan sisik di Kulonprogo. Kepala Bidang Pembudidayaan Ikan, Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kulonprogo, Leo Handoko, menyatakan sejumlah kelompok pembudidaya ikan di enam kecamatan mengalami kekeringan akibat pengeringan tersebut.

"Ada enam kecamatan yang terganggu produktivitasnya, dan itu terjadi akibat pengeringan Saluran Induk Kalibawang, karena satu-satunya kebutuhan utama budi daya ikan ialah air," ujarnya saat ditemui Sabtu (26/5/2018).

Advertisement

Keenam kecamatan tersebut yakni Kalibawang, Nanggulan, Girimulyo, Sentolo, Pengasih, dan Wates. Menurut Leo, di enam kecamatan tersebut semuanya memiliki tingkat kekeringan yang berbeda-beda. "Seperti di Kecamatan Girimulyo, Pengasih, dan Wates, hanya sekitar 20 persen kolam budi daya yang terganggu, tetapi untuk Kalibawang, Nanggulan, dan Sentolo, yang terdampak mencapai sekitar 80 persen," katanya

Leo menyatakan akibat keringnya saluran irigasi tersebut, produktivitas budi daya ikan sisik seperti nila dan gurami terganggu. Menurutnya, pembudi daya terdampak mau tidak mau akan melakukan panen dini lantaran pasokan air yang semakin berkurang.

"Sejumlah kelompok budi daya ikan [pokdakan] melaporkan kalau mereka sudah melakukan panen sebelum waktunya. Hal ini otomatis akan menjadikan target produksi ikan terganggu," katanya.

Kepala DKP Kulonprogo, Sudarno, mengaku akan mengejar produktivitas ikan sisik pada triwulan IV pada 2018. Menurutnya, untuk mengejar target, jajarannya akan menerapkan sistem minapadi di Kecamatan Pengasih dan Nanggulan.

"Selain mendorong pokdakan untuk kembali menebar benih ikan sisik, kami juga akan melakukan sistem minapadi di enam hektare lahan, dengan target produksi empat sampai lima ton untuk tiap hektarenya," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang

Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang

News
| Sabtu, 04 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement