Populasi Monyet Gunungkidul Tembus 1.000 Ekor, DLH Kaji Opsi Vasektomi
Pemkab Gunungkidul mengkaji opsi vasektomi monyet pejantan untuk mengendalikan populasi lebih dari 1.000 ekor dan mengurangi konflik dengan petani serta warga.
Ilustrasi pengelolaan sampah/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL – Persoalan sampah menjadi masalah serius yang harus diselesaikan Pemerintah Kabupaten Bantul. Pasalnya volume sampah terus bertambah setiap harinya hingga mencapai ratusan ton.
Data dari Dinas Lingkungan Hidup Bantul mencatat setiap harinya produksi sampah mencapai 600 ton. Jumlah ini merupakan akumulasi sampah yang dihasilkan oleh seluruh masyarakat di Bumi Projotamansari.
Kepala DLH Bantul Masharun Ghazalie membenarkan jika masalah sampah harus diselesaikan. Menurut dia, jumlah sampah yang dihasilkan sudah besar karena jumlahnya mencapai 600 ton per hari.
“Angka ini muncul karena setiap orang menghasilkan sampah 0,7 kilogram per hari jadi. Jadi kalau diakumulasi keseluruhan, maka sampah yang dihasilkan di bantul setiap harinya mencapai 600 ton,” kata Masharun, Minggu (3/6/2018).
Dia mengungkapkan, penanganan sampah bukan perkara mudah. Terlebih lagi, kata Masharun, dari sisi personel dan alat pengangkut masih kurang karena jumlah petugas kebersihan baru 300 orang dan armada truk pengangkut sampah baru ada 16 unit. “Idealnya untuk petugas ada 600 orang dan truk pengangkut ada 60 unit,” katanya.
Ia menjelaskan, dampak dari kekurangan personel dan sarana prasaran berakibat pada pengangkutan sampah. Masharun mengakui, bahwa pengangkutan butuh waktu lebih dari satu hari. “Dengan kondisi yang ada, maka sampah di Bantul tidak bisa diangkut dalam sehari langsung tuntas,” katanya.
Menurut dia, salah satu solusi mengatasi sampah adalah dengan membuang sampah pada tempatnya sehingga tidak menimbulkan polusi. Oleh karenanya, ia berharap partisipasi dari masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih. “Kami imbau untuk buang sampah pada tempatnya dan nanti akan diambil oleh petugas kebersihan,” ungkapnya.
Ketua Komisi C DPRD Bantul Wildan Nafis berharap agar masalah sampah harus ditangani dengan serius. Pasalnya, selain untuk menjaga kebersihan lingkungan, pemkab juga telah mencanangkan program Bantul Bebas Sampah 2019.
Menurut dia, dengan program ini merupakan komitmen pemkab untuk menjaga kebersihan wilayah Bantul dari masalah sampah. Oleh karenanya, persoalan sampah harus benar-benar ditangani dengan benar sehingga tidak menimbulkan dampak buruk di masyarakat.
“Kami sangat mendukung program Bantul Bebas Sampah 2019. Sebagai buktinya, kami di dewan telah menyetujui penambahan anggaran di DLH dari Rp17 miliar di 2017 meningkat menjadi Rp28,5 miliar di tahun ini,” kata Wildan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengkaji opsi vasektomi monyet pejantan untuk mengendalikan populasi lebih dari 1.000 ekor dan mengurangi konflik dengan petani serta warga.
Maroon 5 dipastikan kembali konser di Jakarta pada 5 Februari 2027 di JIS. Simak jadwal Asia Tour 2027 dan informasi terbarunya.
Global Finance merilis daftar negara termiskin di dunia 2026. Burundi, Sudan Selatan, hingga Yaman masih bergelut dengan kemiskinan ekstrem.
Dukcapil mengungkap tren nama unik warga Indonesia, mulai dari Naruto, Taylor Swift, hingga nama pahlawan nasional. Nama-nama tradisional juga mulai tergeser ol
Pendapatan retribusi Pantai Parangtritis dan Depok mencapai Rp2,4 miliar pada Juli 2026. Pemkal Parangtritis mengevaluasi layanan dan optimistis target PAD wisa
The Shawshank Redemption masih memimpin rating IMDb tertinggi sepanjang masa. Simak daftar 25 film terbaik versi jutaan pengguna IMDb.