Advertisement
THR untuk Pamong Desa Rawan Konflik
Ilustrasi THR. - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tunjangan hari raya (THR) untuk perangkat desa di Gunungkidul yang dianggarkan dari APBDes dinilai rawan timbulkan friksi di masyarakat.
Hal itu diungkapkan Ketua Paguyuban Kepala Desa Seluruh Gunungkidul, Semar, Bambang Setiawan kepada Harian Jogja, Senin (11/6). Menurutnya dana APBDes sejatinya dialokasikan untuk memajukan masyarakat dan pembangunan desa.
Advertisement
Sehingga tidak serta merta bisa dicairkan untuk keperluan THR. "Ditakutkan nanti masyarakat ada yang salah paham," ujar laki-laki yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Kepek, Kecamtan Wonosari, Gunungkidul itu.
Karena itulah dia mengimbau kepada seluruh perangkat desa untuk berhati-hati serta lebih cermat dalam pencairan THR. Jangan sampai alokasi dana untuk THR justru mengganggu dana yang digunakan untuk pembangunan fisik desa. "Sehingga nanti malah dapat merugikan masayarakat," jelasnya.
BACA JUGA
Soal THR bagi para perangkat desa di Gunungkidul sebenarnya sudah memiliki payung hukum, yakni Peraturan Bupati No.26/2018. Isinya mengatur tentang pemberian THR bagi kepala desa, perangkat desa, staf perangkat desa, tenaga harian lepas, dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Begitu pula dengan penentuan nominal THR yang diserahkan pada kemampuan masing-masing pemerintah desa, menurut Bambang juga akan menjadi masalah. Pasalnya tidak semua desa memiliki kekuatan finansial yang merata.
"Alhasil karena keterbatasan dana dan karena sudah dialokasikan untuk keperluan lain, THR justru tidak bisa cair," kata Bambang.
Meski menyisakan sejumlah masalah, Bambang tetap mengapresiasi kinerja pemerintah kabupaten Gunungkidul dalam mengeluarkan Perbup THR. "Ini juga salah satu tuntutan kami untuk memajukan kesejahteraan perangkat desa," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Warga Bantul Diminta Batasi Minuman Bersoda Saat Lebaran
- Pemkot Jogja Siapkan Parkir Digital Guna Urai Kepadatan Libur Lebaran
- Polres Bantul Batasi Radius Takbir Keliling Hanya di Lingkup Kapanewon
- Puncak Arus Kedatangan Pemudik di Bantul Terjadi Hari Ini
- Rahang Tuna Bakar Jadi Menu Baru Andalan di Jogja, Ini Keistimewaannya
Advertisement
Advertisement







