Proyek Kantor Dinkes Rp7,1 Miliar Mulai Dikerjakan di Siraman
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Direktur PDAM Bantul Yudi Indarto. (Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, BANTUL--PDAM Bantul menjamin ketersediaan pasokan air selama musim kemarau. Untuk memastikan pasokan, perusahaan pelat merah ini siap mengoptimalkan mesin pompa yang dimiliki.
Direktur PDAM Bantul Yudi Indarto mengatakan kebutuhan air di musim kemarau akan meningkat. Meski demikian, para pelanggan tidak perlu khawatir karena pasokan air yang dimiliki masih mencukupi.
Menurut dia, hingga saat ini produksi air mencapai 467 liter per detik. Dikatakan Yudi, dengan kapasitas produksi tersebut, ketersediaan air untuk pelanggan tidak ada masalah.
“Untuk saat ini pelanggan 28.500 orang, jika ditambah 15.000 pelanggan lagi kapasitas produksinya tetap aman. Jadi, selama musim kemarau pelanggan tidak perlu khawatir,” katanya kepada wartawan, Selasa (19/6/2018).
Menurut dia, untuk menjamin ketersediaan pasokan, selain pemeliharaan rutin terhadap instalasi jaringan dan mesin pompa, PDAM juga akan mengoptimalkan mesin pompa yang dimiliki.
Biasanya, kata Yudi, pada saat musim penghujan, mesin pompa hanya beroperasi selama 18 jam. Namun pada saat kemarau akan dioperasikan selama 24 jam nonsetop. “Kami optimalkan sehingga pasokan ke pelanggan tetap lancar,” katanya.
Yudi mengatakan PDAM akan terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga pelanggan bisa menikmati apa yang menjadi haknya. “Selain kualitas, kami juga terus berusaha memperluas jangkauan pelayanan sehingga masyarakat dapat mendapatkan pelayanan air bersih dengan baik,” katanya lagi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengatakan musim kemarau di tahun ini menyiapkan anggaran Rp75 juta untuk bantuan penyaluran air bersih ke masyarakat. Menurut dia, dari 17 kecamatan yang ada, tujuh kecamatan masuk wilayah rawan. Keenam kecamatan tersebut meliputi Piyungan, Dlingo, Imogiri, Pleret, Pajangan, Pundong dan sebagian Pandak.
“Untuk permintaan bantuan air bersih harus melalui surat resmi dari desa. Adapun proses penyaluran akan dilakukan secepatnya setelah permohonan masuk,” katanya.
Menurut dia, untuk penanganan kekeringan BPBD tidak bekerja sendirian karena juga melibatkan berbagai instansi dan sukarelawan mulai dari tagana, Dinas Sosial hingga instansi lain. “Yang jelas sudah kami persiapkan dan sewaktu-waktu butuh bantuan siap diberikan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Koalisi Persma se-DIY dan AJI Yogyakarta mendesak Presiden Prabowo meminta maaf atas pernyataan "Londo Ireng" yang dinilai menstigma jurnalis.
Tribun VIP GOR Satria Purwokerto ambruk saat Drift Speed Fest. Sebanyak 75 penonton luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Gempa M 5,3 mengguncang Kupang pada Minggu malam. BMKG menyatakan gempa dipicu aktivitas subduksi dan tidak berpotensi tsunami.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab mendorong tertib perizinan dan penguatan SOP program MBG.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.