Jip Merapi Berhenti Beroperasi Sementara, Perekonomian Warga Bakal Terdampak

Jip wisata mengantarkan wisatawan di objek wisata Lava Tour Merapi, Senin (18/6 - 2018). Harian Jogja Fahmi Ahmad Burhan
24 Juni 2018 06:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Usai kejadian kecelakaan jip Merapi yang membuat satu orang meninggal dunia Selasa (19/6/2018), pihak asosiasi menghentikan sementara operasi jip Merapi. Jip Merapi akan dilakukan uji kelaikan mulai dari Sabtu (23/6/2018), sedangkan jip yang tidak laik jalan akan dikandangkan.

Menurut Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat Dardiri ketika jip Merapi operasinya dihentikan akan berdampak secara ekonomi kepada masing-masing anggota. Namun, penghentian harus dilakukan juga sebagai bentuk evaluasi karena dalam enam bulan sudah terjadi dua kali kecelakaan yang merenggut korban jiwa.

"Yang jelas, dari segi ekonomi akan rugi, di Lereng Merapi kan ada 800 jip, belum lagi nanti ketika tidak beroperasi, pengemudi ini akan dapat penghasilan dari mana, tapi ini kan bentuk evaluasi juga," kata Dardiri. Selain itu, ada 29 komunitas jip di Lereng Merapi dan sekitar 4.000 orang menggantungkan hidup dari wisata jip Merapi.

Pengemudi Jip Merapi dari Komunitas Jeep Merapi Community (JMC) Purwanto mengatakan dalam satu kali jalan, ia bisa memperoleh pendapatan 20% dari wisatawan. Harga sewa jip Merapi bervariasi dari Rp350.000 sampai Rp550.000.

Purwanto mengatakan dirinya sepakat agar jip Merapi dihentikan sementara operasinya. "Dampak kecelakaan jip Merapi kemarin (19/6) itu memang membuat jumlah kunjungan juga kurang, makanya saya sepakat kalau dihentikan sementara untuk dilakukan pemeriksaan, karena untuk memastikan keamanan bagi pengunjung," ungkapnya.