Kementerian Komdigi Berdayakan Duta Damai BNPT Jadi Penyuluh Informasi
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Warga melintas di kawasan pembangunan NYIA di Kecamatan Temon, Kulonoprogo, beberapa waktu lalu. Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, BANTUL- Raja Kraton Jogja Sri Sultan HB X menyampaikan harapannya kepada warga Bantul terkait keberadaan New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang kini tengah dibangun di Kulonprogo. Sultan juga menyinggung mahalnya harga tanah di sekitar bandara.
Gubernur DIY itu mengataan warga dan Pemerintah Kabupaten Bantul harus bisa memanfaatkan momentum beroperasinya bandara baru di Kulonprogo akhir 2019 mendatang. New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) akan membuka peluang berkembangnya wilayah tidak hanya DIY, namun juga Purworejo dan Kebumen di wilayah barat DIY.
Menurutnya, investor sudah melirik kawasan tersebut karena harga tanah di Kulonprogo sudah lebih dari Rp5 juta per meter terutama sekitar bandara.
Harga tersebut diakui Sultan sulit bagi investor untuk mengembangkan usaha di Kulonprogo. Padahal Angkasa Pura masih membutuhkan sekitar 1.000 hektare untuk membangun airport city. "Bagaimana mungkin membangun airport city kalau harganya segitu," ujar Sultan.
Ia berharap masyarakat Bantul lebih siap dengan kehadiran bandara baru. Meski investasi di Bantul masih belum ramai, namun suami dari GKR Hemas ini meyakini lambat laun investasi di Bantul akan meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggota V BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan suap audit BPK di Muara Enim dan mengaku telah menyampaikan seluruh informasi.
Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang mengeluhkan honor belum cair. BPS menegaskan pembayaran tetap mengacu pada SPK dan masih diproses.
Pemkab Bantul dan Baznas menyalurkan bantuan modal usaha Rp2 juta bagi warga miskin ekstrem untuk memperkuat UMKM dan mengurangi kemiskinan.
Kelurahan Keparakan, Jogja melatih warga bertani hidroponik untuk memanfaatkan lahan sempit sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Tiga proyek strategis Pemkab Gunungkidul memasuki tahap penandatanganan kontrak, termasuk pembangunan Kantor Dinas Kesehatan dan Aviary Dome.