Advertisement
Tanaman Bawang Merah di Sentolo Diserbu Hama Ulat
hama ulat yang menyerang tanaman bawang merah di Sentolo, Rabu (27/6 - 2018).Harian Jogja/Uli Febriarni
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Tanaman bawang merah yang ditanam pada Mei 2018 di Bulak Srikayangan, Kecamatan Sentolo, diserang hama ulat. Sekitar 40% dari 25 hektare tanaman bawang merah tersebut terancam gagal panen.
Salah satu petani bawang merah, Sulardi, menuturkan serangan hama ulat pada musim tanam kali ini tergolong parah. Terlebih lagi hama ulat sudah kebal dengan pestisida, sehingga walaupun tanaman sudah disemprot pembasmi hama, ulat tetap tidak mati. Selain itu, menurut dia, serangan hama ulat terjadi karena petani tidak menerapkan pola tanam serempak. Petani menanam bawang secara asal-asalan, setiap ada lahan kosong langsung ditanami.
Advertisement
"Supaya bisa memutus mata rantai hama, perlu adanya kekompakan masa tanam, sehingga hama yang berkembang dapat ditekan perkembangannya," kata Sulardi saat ditemui, Rabu (27/6/2018).
Petani bawang merah lainnya, Wali Sumarto, mengatakan sejak usia satu pekan tanaman bawang merah di lahan seluas 2.000 meter miliknya sudah terserang ulat. Sejak awal masa tanam hingga tanamannya berumur 50 hari, ia selalu melakukan pemberantasan. Dengan demikian tanaman bawang merah miliknya masih bisa diselamatkan.
Biasanya, dalam satu tahun serangan ulat hanya muncul sekali. Namun sepanjang tahun ini serangan ulat selalu menyerang tanaman bawang merah. Menurut Sumarto, selain ulat, hama yang sulit dihadapi petani adalah jamur. Obat pembasmi hama yang paling mahal belum tentu bisa membasmi ulat. Kendati demikian ia tetap akan menanam bawang merah karena menghadapi hama adalah risiko yang harus ditemui bila menanam bawang merah.
Ia menyebut, saat ini harga bawang merah di tingkat petani Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram untuk jenis super. Sedangkan untuk kualitas biasa dihargai Rp25.000 per kilogram. Diperkirakan harga bawang merah yang baik ini masih akan bertahan. Ia juga sudah menyiapkan benih bawang merah sebanyak dua kuintal untuk ditanam pada awal Agustus 2018 mendatang. "Kami harus antisipasi kenaikan harga benih saat memasuki masa tanam," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gempa Magnitudo 5,7 Terjadi di Tuapejat Mentawai, Picu Kepanikan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








