Tak Berizin, Ribuan Spanduk dan 6 Baliho di Bantul Dirobohkan

Sejumlah personel Satpol PP DIY saat hendak menertibkan baliho, Kamis (26/7). - Ist
27 Juli 2018 15:37 WIB I Ketut Sawitra Mustika Bantul Share :

Harianjogja.com JOGJA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY kembali menertibkan reklame dan baliho, Kamis (26/7/2018). Kali ini operasi dilakukan di sepanjang Jl. Bantul hingga Srandakan, tepatnya di kawasan Mangiran, Bantul.

Dalam operasi tersebut, Satpol PP DIY dibantu oleh PPNS Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan- ESDM (DPUP-ESDM) DIY.

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan, baliho dan reklame berukuran besar yang melintang di jalan dan tidak ada izin merupakan target harian untuk ditertibkan oleh Satpol PP DIY.

"Termasuk target reklame dan baliho di Srandakan, juga reklame sebuah minimarket ditutup, karena sudah kami berikan surat peringatan tiga kali," ucap Noviar.

Dalam operasi tersebut, Satpol PP DIY menertibkan 1.000 reklame spanduk dan enam reklame baliho.

Noviar menambahkan, jumlah pemasang reklame baliho ukuran besar di DIY dalam beberapa bulan terakhir meningkat pesat. Hingga bulan Juli 2018 terdapat lebih dari 1.000 reklame tidak berizin, karena itu harus dibongkar.

"Sesuai arahan Gubernur DIY [Sri Sultan HB X] bagi pemilik reklame besar yang melintang dan dipasang di jalan negara, provinsi maupun kabupaten harus dibongkar sendiri dan itu harus menjadi komitmen bupati dan wali kota," jelas Noviar.