Advertisement
Perkebunan Cengkih di Lereng Merapi Diambang Kepunahan
Ilustrasi kebun cengkih
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Luas lahan dan produksi cengkih di Sleman terus menyusut sejak erupsi Merapi pada 2010. Saat ini petani memilih beralih menanam tanaman hortikultura dibanding menanam tanaman keras seperti cengkih.
Petani cengkih di Dusun Banjarsari, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Suminten, mengatakan lahan cengkih yang ia kelola sudah mulai susut sejak erupsi Merapi pada 2010. "Lahan terus menyusut. Dulu saya menanam di tanah kas desa, dan ketika Merapi meletus pada 2010, lahan dipakai untuk hunian sementara," katanya, Sabtu (1/9/2018).
Advertisement
Suminten mengatakan saat ini dirinya hanya memiliki tiga batang pohon cengkih. Menurutnya, menanam pohon cengkih sangat menguntungkan. Meski demikian proses penanamannya cukup lama, sehingga membuat petani memilih beralih ke sektor tanaman hortikultura. "Petani lebih memilih menanam tanaman yang lebih cepat memberikan keuntungan seperti pisang, kelapa, dan tanaman buah," katanya.
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Edi Sri Hartanto, mengatakan saat ini komoditas tanaman cengkih di Sleman hampir punah. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sleman, luas lahan cengkih di Sleman pada 2016 hanya 24,8 hektare dengan total produksi sebanyak 99,9 kuintal.
"Banyak lahan tanaman cengkih yang dialihkan ke usaha yang lain, seperti di daerah Turi. Di sana tanaman cengkih terdesak tanaman buah salak," kata Edi, Sabtu. Edi mengatakan di Sleman beberapa wilayah yang masih memiliki banyak tanaman cengkih di antaranya Cangkringan, Turi dan Pakem. Berdasarkan data BPS Sleman, sebanyak 70% lahan cengkih di Sleman terdapat di Cangkringan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Megawati: Perempuan Tak Perlu Memilih antara Keluarga dan Ruang Publik
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Operasi Keselamatan Progo 2026, Polresta Jogja Bidik Pelanggar Lalin
- Dana Hibah Padukuhan Sleman Rp30,3 Miliar Masih Tunggu Regulasi
- APBD Sleman 2026 Gelontorkan Rp5,24 Miliar Rehabilitasi Sosial
- Pemkot Jogja Anggarkan Rp14,8 Miliar Perkuat Drainase 2026
- Ngaku Polisi Saat Beraksi, Begal Motor Diringkus di Pundong Bantul
Advertisement
Advertisement



