Asita Khawatir Kenaikan Harga Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Wisata
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Ilustrasi lahan pertanian./JIBI-Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Pertanian dan Pangan, Gunungkidul mulai mempersiapkan jelang masa tanam musim penghujan tahun ini.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan berbagai persiapan mulai dari bibit hingga pupuk mulai disiapkan. "Kami sekarang bergerak persiapan musim tanam pada musim hujan. Kami juga melakukan mengecek kesiapan pupuk di produsen dan distributor serta pengecer dan kelompok tani," kata Raharjo, Sabtu (1/9/2018).
Dia mengatakan bantuan benih padi dari Pemerintah pusat seluas seluas 4.000 ha atau 100 ton sudah diterima petani. Pada awal September juga akan didistribusikan padi hibrida untuk 2.250 hektare lahan.
Saat ini para petani sudah mulai melakukan pengolahan lahan, dan sudah mencapai 40% untuk wilayah Gunungkidul. Ia berharap ada percepatan olah lahan agar September bisa mencapai 100%.
"Tetapi ada ramalan BMKG hujanya mundur di awal November. Sehingga kami harapkan penanaman yang tidak terburu-buru agar tidak gagal tumbuh, karena hujan diperkirakan masih awal November," ujar dia.
Raharjo mengatakan saat musim kemarau sendiri sejumlah Kecamatan di Gunungkidul yang masih memiliki tanaman padi yaitu di Kecamatan Ponjong, Karangmojo, Semin dan Patuk. Beberapa kecamatan itu mengandalkan air dari aliran Sungai Oya, daerah irigasi, maupun sumber air lainnya.
Untuk tahun ini angka ramalan produksi padi Gunungkidul 301.926 ton gabah kering giling. "Targetnya naik, realisasi tahun lalu 293.380 ton gabah kering giling," ujar Raharjo.
Sementara itu Ketua Kelompok ternak dan tani Margomulyo, Dusun Banaran 4, Desa Banaran, Kecamatan Playen, Sabar mengatakan kelompoknya juga sudah mulai ada persiapan untuk musim tanam. "Untuk padi masih menunggu musim hujan, tetapi sudah mulai mengolah tanah. Pupuk juga sudah mulai disiapkan termasuk pupuk kandang," kata Sabar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.