Bayi Kembar Siam Dempet Dada hingga Kaki Asal Semin dalam Kondisi Sehat

Meisya dan Meikha tengah digendong ibunya Eka Handayani di rumahnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Semin, Gunungkidul. - Ist
28 September 2018 07:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Bayi kembar siam bernama Meisya dan Meikha yang berasal dari Kecamatan Semin saat ini dalam kondisi sehat. Meski demikian pemantauan akan terus dilakukan oleh pihak terkait.

"Yang pasti saat ini sehat, tidak ada keluhan dan semoga tetap baik-baik saja," ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty, Kamis (27/9/2018).

Dewi mengatakan untuk memastikan kesehatan bayi kemnar siam tersebut, pihaknya telah memantau dengan menugaskan Puskesmas Semin II. Hal ini guna melakukan pengecekan berkala terhadap tumbuh kembang anak dari pasangan Ari Sahyana, 28, dan Eka Handayani, 27, tersebut. "Saat ini juga sudah ditangani RS. Sarjito, semoga ke depan baik-baik saja," ucap Dewi.

Menyoal penangan medis apa yang akan dilakukan, Dewi enggan berkomentar. Menurutnya itu wewenang dokter spesialis dari RS. Sarjito.

Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Samin II, Titin Hendrawati mengatakan sejauh ini kondisi bayi kembar siam tersebut baik-baik saja. Namun tumbuh kembang bayi berumur empat bulan itu diakuinya sedikit terganggu.

"Normalnya di usia empat bulan biasanya [bayi] bisa tengkurap. Tapi dengan kondisi bayi yang seperti itu kan mungkin tidak bisa tengkurap. Selebihnya sehat," ujarnya.

Diungkapkan Titin, bayi kembar siam tersebut belum pernah mengikuti program posyandu dan imunisasi. Padahal kedua program ini kata Titin penting diikuti guna mengetahui tumbuh kembang dan kesehatan si bayi.

Titin menjelaskan alasan kedua orang tua bayi kembar siam ini belum mengikutsertakan anaknya di kegiatan posyandu dan imunisasi karena sejumlah alasan. Untuk posyandu, ibu si bayi, Eka, kata Titin khawatir anaknya akan terbelit sarung timbangan.

Sementara soal belum dilakukannya imuniasi, dia menduga kedua orang tua si bayi kurang paham mengenai tatacara imunisasi bagi bayi dengan kondisi khusus. "Kalau perkiraannya, itu mungkin dikira ibunya [imunisasi] bisa di puskesmas. Tetapi kan karena perawatan dari awal dari Sardjito, bayi lahir di sana terus ibunya itu belum ke sana," ujarnya.

Titin mengatakan kedua orang tua bayi itu belum menghendaki untuk melakukan operasi dalam waktu dekat. Sebab dengan usia Meikha dan Meisya yang masih belia dikhawatirkan bisa terjadi pendarahan saat operasi.

"Mereka [orang tua bayi] baru mau konsultasi ke RS Sarjito saat usia bayi sudah menginjak enam bulan," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Meisya dan Meikha merupakan bayi kembar siam yang kini berusia empat bulan. Bayi kembar siam yang dempet dari dada sampai kaki itu merupakan anak dari pasangan Ari Sahyana, 28, dan Eka Handayani, 27, asal Desa Sumberejo, Kecamatan Semin.