Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Mustaien Mudhiun dari Wonosobo sedang menarik kopi di sela kegiatan Malioboro Coffee Night Festival, Selasa (2/10/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Perlehatan Malioboro Coffee Night Festival berlangsung semarak. Ribuan orang memadati kawasan Malioboro, sejak Selasa (2/10/2018) malam hingga Rabu (3/10/2018) dini hari.
Ketua Panitia Malioboro Coffee Night Festival Anggi Dita mengatakan ada sekitar 150 pegiat kopi nusantara yang terlibat dalam perlehatan akbar tersebut. Mulai dari wilayah DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat hingga Sumatera. "Ada beragam jenis kopi yang disuguhkan seperti arabica, robusta. Kami juga mendatangkan kopi dari Wonosobo dan Merapi," katanya di sela-sela kegiatan.
Pihaknya menyediakan 26.200 gelas kopi yang dapat dinikmati secara gratis oleh pengunjung mulai pukul 22.00 hingga 07.00 WIB. Pada Rabu pagi, perlehatan tersebut ditutup dengan sarapan dengan menu 3.000 porsi gudeg dan soto. "Tahun lalu, festival kopi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Jika tahun lalu kami sediakan 10.000 cup, tapi jumlahnya lebih dari dua kali lipat," kata Ketua Komunitas Kopi Nusantara itu.
Berbeda dengan tahun lalu di mana coffe night festival dipusatkan pada satu titik di Malioboro, tahun ini panitia membagi dalam tiga titik. Masing-masing di depan Grand Inna Malioboro Hotel, depan Malioboro Mall, dan depan Hotel Mutiara. Hal itu dilakukan untuk memecah keramaian yang berkunjung.
Hebatnya lagi, jika tahun lalu festival tersebut menghabiskan sekitar 900 kg kopi pada perlehatan tahun ini total kopi yang disediakan sebanyak 1,5 ton atau dua kali lebih besar dibandingkan tahun 2017. "Masing-masing stand menyediakan 262 cup kopi," kata owner Grobak Kopi Jenggo itu.
Salah seorang peserta festival, Mustaien Mudhiun dari Wonosobo mengatakan sebagai desainer rasa (rostery) ia menyuguhkan house blend jenis arabica robusta yang dikombinasi dengan susu. "Penyajian dilakukan berbeda, dengan cara tarik agar susu tidak pecah di mulut," kata owner Kopi Tangent Rostery itu.
Cara penyajian kopi tarik seperti ini, kata Mustaien bisa dan mudah dilakukan di rumah. Selain itu, rasa kopi tetap balance antara kopi dan susu. Jadi tidak eneg saat diminum. Kalau dijual per cup harganya Rp7.000. "Saya kali kedua ikut festival ini, bagus dan saya terus belajar mengenal pasar agar lebih baik lagi," kata petani kopi ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 25 September 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.
Bentley Torcal resmi debut sebagai mobil listrik pertama Bentley. SUV ini punya tenaga 888 PS, baterai 113,2 kWh, dan jarak tempuh hingga 600 km.