Advertisement
Ratusan Mahasiswa Asal Sulteng di Jogja Tak Lagi Dapat Kiriman Biaya Hidup dan Biaya Kuliah, Ini Upaya Pemda DIY
Foto udara rumah-rumah warga yang hancur akibat gempa 7,4 skala Richter di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). - Antara/Hafidz Mubarak
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY mencatat sedikitnya sudah ada 590 mahasiswa asal Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terkena dampak gempa dan tsunami. Mereka tak lagi mendapatkan kiriman biaya kuliah dan biaya hidup, jika tak ada yang memberikan perhatian bisa jadi mereka terancam drop out (DO).
Namun Pemda DIY bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) DIY mengupayakan agar mereka tetap bisa menyelesaikan studi.
Advertisement
Kepala LLDIKTI DIY Bambang Supriyadi menjelaskan selain terkait bantuan untuk penghidupan sehari-hari, bersama Pemda DIY pihaknya sedang memikirkan terkait kelanjutan biaya pendidikan bagi mahasiswa Sulteng yang keluarga terdampak gempa.
Bambang memastikan mahasiswa Sulteng harus tetap menyelesaikan studi dalam kondisi apapun. Ia mencatat sejumlah kampus yang memiliki mahasiswa Sulteng terdampak gempa antara lain UII dan Stikes Surya Global yang justru sebagian besar mahasiswa baru berasal dari Sulteng.
BACA JUGA
"Kalau masih mahasiswa baru kan recovery-nya cukup lama sampai beberapa tahun, mungkin nanti bisa dibantu free SPP selama beberapa semester nanti akan menjadi pemikiran kami, terpusat di Gubernuran," katanya seusai bertemu Gubernur DIY di Kepatihan, Senin (8/10/2018) sore.
Bambang menambahkan hingga Senin (8/10/2018) baru sekitar 15 PTS yang menyatakan kesiapan untuk memberikan keringanan SPP bagi mahasiswa terdampak gempa. Kelimabelas PTS tersebut telah hadir dalam pertemuan bersama Gubernur DIY di Kepatihan. Adapun total yang memiliki mahasiswa Sulteng diperkirakan sekitar 80 PTS. "Kalau bisa semua PTS yang punya mahasiswa terdampak semaksimal mungkin bisa menolong," ujarnya.
Pihaknya akan kembali membahas persoalan ini bersama Forum Komunikasi Pimpinan Perguruan Tinggi pada Rabu (10/10) pekan ini. Terutama untuk mendata lebih valid sekaligus tindak lanjut level terdampak bencananya. "Kami akan terus koordinasi dengan Pak Sekda [DIY], nanti ada yang masuk [datanya] lewat Pak Sekda atau lewat kami di LL Dikti," ucapnya.
Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan pendataan terkait kondisi mahasiswa Sulteng masih terus dilakukan terutama berkaitan dengan bantuan pendidikan selama di Jogja. Menurutnya sudah ada komitmen dari para rektor perguruan tinggi di Jogja untuk membantu mereka mulai dari membebaskan biaya, penundaan pembayaran, memberikan keringanan. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kebijakan setiap rektor, Pemda DIY tidak bisa mengintervensi.
"Kebetulan beda-beda, ada yang satu perguruan tinggi ada 200 mahasiswa, ada juga yang cuma sembilan mahasiswa," ujarnya.
Gatot mengatakan soal kemungkinan adanya beasiswa bagi mereka belum ada rencana tersebut. Terpenting saat ini masih menggunakan pendekatan darurat agar para mahasiswa tetap bisa kuliah dan makan. Serta untuk kebutuhan sehari-hari seperti membayar indekos dan transportasi akan segera dipikirkan namun masih menunggu kepastian data. "Gubernur DIY akan mengirim surat ke semua perguruan tinggi di DIY untuk merespon adanya mahasiswa terdampak gempa Sulteng," tegasnya.
Gatot mengatakan Pemda DIY turut memberikan pendampingan psikologi bagi mahasiswa Sulteng di Jogja dengan dikoordinasikan oleh BPBD DIY. Selain itu banyak perguruan tinggi di Jogja yang sudah menerjunkan psikolog untuk membantu korban gempa Sulteng di lokasi bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
Advertisement
Advertisement









