Wawasan Kebencanaan Diintegrasikan dengan Mata Pelajaran Lain

Para taruna berlari untuk berkumpul ke titik kumpul dalam acara simulasi gempa yang dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta, Jumat (5/10/2018) di halaman kampus. - Harian Jogja/Yogi Anugrah
19 Oktober 2018 07:10 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Wawasan mengenai kebencanaan dirasa sangat penting untuk mengurangi risiko korban nyawa maupun material akibat bencana alam. Termasuk di bangku sekolah formal, wawasan kebencanaan juga penting dikenalkan sejak dini.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Edy Heri Suasana mengatakan saat ini pendidikan kebencanaan diintegrasikan dengan mata pelajaran yang sudah ada. Belum ada mata pelajaran khusus untuk kebencanaan.

"Dari SD, SMP sebenarnya sudah ada wawasan kebencanaan. Semua mata pelajaran saya rasa terintegrasi dengan masalah kebencanaan," ujar Edy kepada Harian Jogja, Kamis (18/10/2018).

Ia mencontohkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, ada teks tentang bencana, lalu dalam Penjaskes ada pelajaran pemberian pertolongan pertama, kemudian agama, dan mata pelajaran yang ada lainnya. "Itu saya rasa lebih efektif," jelas Edy.

Untuk pendidikan mengatasi bencana dinas bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membentuk Sekolah Siaga Bencana (SSB).

Dalam SSB tersebut para siswa dibekali materi tentang kebencanaan yang menyesuaikan potensi bencana yang ada di sekitar sekolah, dan dilakukan simulasi di akhir materi. Edy mengungkapkan saat ini sudah ada belasan sekolah yang tergolong SSB.

Dari segi konstruksi bangunan sekolah menurut dia, saat ini sudah diperkuat sejak kejadian gempa di DIY beberapa tahun yang lalu. Perbaikan tersebut dilakukan bertahap.

Salah seorang guru sekaligus staf kesiswaan di SMP 1 Jogja, Muhammad Ukon Prawirakusuma mengatakan untuk menambah wawasan terkait bencana pihaknya akan membuat satgas kebencanaan. Rencananya satgas tersebut akan dibuat pada bulan ini yang melibatkan para siswa.

Untuk pendidikan di kelas secara formal menurut dia, sering disinggung masalah kebencanaan, namun memang belum optimal.

"Harapannya dengan satgas kebencanaan ini, pengetahuan mitigasi bencana dapat diterima siswa. Kami juga perlu antisipasi dengan mitigasi, termasuk jalur evakuasi," ujar dia.