2 Diperbaiki, Masih Banyak Jembatan di Bantul dalam Kondisi Rusak

Peletakan Batu Pertama oleh DPRD DIY, Bina Marga PUBR, Idham Samawi, Perwakilan Bupati Bantul, dan DPRD Bantul (dari kiri ke kanan). - Fita Ayu Fidiyawati (M121)
23 Oktober 2018 05:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Dua jembatan gantung di Bantul yang rusak akibat Siklon Cempaka pada November tahun lalu mulai diperbaiki. Perbaikan jembatan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp7 miliar tersebut dibiayai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kedua jembatan gantung tersebut berlokasi di Desa Bantul, Kecamatan Bantul, dan Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Bantul, Bobot Ariffi'adin mengatakan dengan dibangunnya dua jembatan tersebut, kini tinggal tiga jembatan gantung belum diperbaiki di Piyungan dan Imogiri.

Ia mengatakan keberadaan jembatan gantung yang hanya bisa diakses kendaraan roda dua tersebut sangat membantu akses perekonomian warga. Menurut Bobot total jembatan yang rusak akibat banjir November 2017 lalu itu ada 10 jembatan, sebagian di antaranya hancur total, termasuk dua jembatan gantung Tegaldowo Bantul dan Seloharjo Pundong.

Pihaknya hanya mampu memperbaiki jembatan-jembatan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten, yang sebagian besar adalah jembatan yang bisa dilalui mobil. Sementara jembatan gantung dulu dibangun oleh Pemerintah Pusat.

"Masih ada beberapa jembatan gantung yang dibutuhkan untuk diperbaiki. Setelah banjir 2017 ada beberapa jembatan hilang sampai sekarang belum bisa diperbaiki," kata Bobot, disela-sela peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung di Dusun Nambangan, Seloharjo, Pundong, Senin (22/10/2018).

Jembatan gantung Nambangan merupakan jembatan penghubung ke Dusun Nangsri, Srihadrono Pundong. Jembatan tersebut sebenarnya sudah rusak sejak 2010 lalu, dan hancur terkena banjir 2017. Tanpa jembatan itu, akses warga dua dusun tersebut harus berputas melalui Jembatan Soko dekat Balai Desa Seloharjo yang jarak tempuh sekitar 20 menit.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Kementerian PUPR, Achamd Cahyadi mengatakan dua jembatan gantung yang di perbaiki di Bantul merupakan bagian dari program perbaikan jembatan yang jumlahnya tahun ini sebanyak 134 unit se-Indonesia. Sebanyak 10 jembatan di wilayah Jawa Tengah, dan tiga jembatan di DIY, salah satunya di Gunungkidul.

Untuk jembatan gantung di Dusun Nambangan, Seloharjo, Pundong, panjangnya sekitar 120 meter dan lebar 1,8 meter sehingga tidak bisa dilintasi mobil. "Tapi ini jembatan gantung lebih baik dari sisi desain dan material baja khusus anti karat. Usia jembatan sekitar 20 tahun," kata Cahyadi.

Ia mengakui masih banyak jembatan yang belum bisa diperbaiki tahun ini sesuai yang diajukan masyarakat baik secara langsung maupun melalui aspirasi DPR RI. Rencananya perbaikan jembatan akan dilanjutkan tahun depan. Cahyadi menambahkan tugas perbaikan jembatan yang ditangani BBPJN merupakan tugas tambahan dari Presiden sejak tiga tahun terakhir untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan.

Dalam peletakan batu pertama pembangunan jembatan Nambangan, Seloharjo, Pundong, juga dihadiri oleh Anggota Komisi V DPR RI, Idham Samawi, Ketua DPRD DIY, Youke Indra Agung Laksana, Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo, camat, kepala desa, dan forum komunikasi pimpinan tingkat Kecamatan Pundong.

"Kalau hanya mengandalkan kemampuan APBD Bantul untuk memperbaiki infrastruktur tidak akan bisa. Pemkab harus mengajak provinsi dan pemerintah pusat," kata Idham.