Indonesia U20 Hajar Laos 3-0, Gholy Cetak Brace
Indonesia U20 menang 3-0 atas Laos pada Kualifikasi Piala Asia U20 2027. Zahaby Gholy mencetak dua gol untuk membawa Garuda Muda memuncaki Grup H.
Anak-anak mengikuti Gladen Hageng Jemparingan di Lapangan Panahan, Kota Jogja, Minggu (28/10/2018)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 390 orang dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Gladen Hageng Jemparingan di Lapangan Panahan Kenari, Kota Jogja, Minggu (28/10/2018). Acara itu digelar dalam rangkaian HUT ke-73 TNI; HUT ke-68 Kodam IV Diponegoro; dan HUT ke-262 Kota Jogja.
Komandan Korem (Danrem) 072 Pamungkas Brigadir Jenderal Muhammad Zamroni menyatakan olahraga tradisional jemparingan bernilai filosofi yang tinggi. Karena membidik sesuatu dengan perasaan, jika perasaan mampu menyatu dengan alat maka kemampuannya termasuk lengkap.
Menurut dia ada semangat bela negara dalam jemparingan, sehingga harus dilestarikan dan masyarakat bisa mengetahuinya. "Meskipun tradisional namun tidak kalah dengan panahan modern. Ada keunikan tersendiri dan panah ini termasuk senjata pamungkas yang efektif," ujar dia, Minggu kemarin.
Sementara Komandan (Kodim) Dandim 0734 Jogja Letnan Kolonel Bram Pramudia mengatakan kegiatan itu dalam rangka memperingati HUT TNI, HUT Kodam IV/Diponegoro dan HUT Kota Jogja. Pihaknya memilih jemparingan untuk dilombakan karena merupakan olahraga tradisional khas DIY.
Selain itu dia berharap masyarakat nantinya bisa mengetahui sekaligus mempelajari olahraga yang dulu dilakukan oleh para prajurit Kerajaan Mataram tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk turut serta melestarikan jemparingan. Bahkan saat ini banyak anggota TNI yang ikut belajar jemparingan.
"Kami sebagai penyelenggara ingin menggerakkan kegiatan olahraga tradisional ini harapannya lebih membudaya dan memasyarakat khususnya di Jogja. Ke depan akan ada workshop juga untuk olahraga ini untuk masyarakat," katanya.
Secara keseluruhan, kata dia, total peserta Gladen Hageng Jemparingan mencapai 395 orang terdiri dari 209 dewasa, dan 186 anak-anak. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia utamanya DIY, Jawa Timur, Jawa Barat serta beberapa dari luar Jawa. "Kami rencanakan ini jadi event tahunan yang rutin," katanya.
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan jemparingan merupakan salah satu warisan budaya yang kaya makna filosofis. Oleh karena itu harus dilestarikan sehingga masyarakat dapat memainkan dan mengambil makna filosofis dari jemparingan. "Ada olah rasa, sportivitas dalam memainkan itu harus seimbang," katanya.
Sebelumnya, Pengajeng Paguyuban Jemparingan Mataraman Gandhewa Mataram Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat KRT Jatiningrat sekaligus salah satu kerabat Kraton mengatakan tradisi jemparingan gagrak Mataraman ini tidak lepas dari awal mula berdirinya Kraton Jogja pada Kamis Pon, 29 Jumadil Awal 1686/13 Maret 1755. "Itu muncul semenjak perjuangan Pangeran Mangkubumi (Sri Sultan HB I) dalam melawan penjajah Belanda. Jemparingan tidak asal memanah tetapi penuh dengan filosofi," katanya.
Dia menjelaskan dalam Jemparingan Gagrak Mataraman proses membidik sasaran tidak hanya dengan mata tetapi dengan hati. Ini merupakan ajaran dari Sri Sultan HB I terkait dengan menyatukan jiwa.
Adapun filosofi dari jemparingan, kata dia lebih pada pamenthanging gandewa, pamanthenging cipto atau ketika menthang gandewa yang dipakai untuk membidik itu hati, bukan mata. Bisa dikatakan hal itu untuk mencapai sasaran, dengan sistem kira-kira. Hal ini dimaksudkan untuk melatih konsentrasi. “Sri Sultan HB I kala itu berharap agar para abdi dalem, sederek, keluarga, dan rakyat Ngayogyakarta Hadiningrat dapat menjadi ksatria yang memiliki sifat sawiji (konsentrasi), greget (semangat), sengguh (jatidiri) dan ora mingkuh (bertanggung jawab)," kata pria yang akrab disapa Romo Tirun itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indonesia U20 menang 3-0 atas Laos pada Kualifikasi Piala Asia U20 2027. Zahaby Gholy mencetak dua gol untuk membawa Garuda Muda memuncaki Grup H.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 5 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 5 September 2026 tersedia 5 perjalanan PP. Cek jam keberangkatan dan informasi lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 5 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap hingga tiba di Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 5 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun, tarif Rp8.000, dan cara pembayarannya.
OJK DIY menyebut judi online bisa mendorong masyarakat menggunakan pinjol. Outstanding P2P lending DIY capai Rp1,41 triliun.