Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Sejumlah pengendara motor melintasi lokasi terjadinya kecelakaan minibus di ruas jalan Kenteng-Gua Kiskendo, Dusun Turusan, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Selasa (30/10/2018). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pasca terjadinya kecelakaan lalu lintas yang merenggut dua korban jiwa di ruas jalan Kenteng-Goa Kiskendo, Dusun Turusan, Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Senin (29/10/2018), Polsek Girimulyo mengusulkan pemasangan rambu lalu lintas dan guard rail.
Guard rail merupakan besi penahan yang berfungsi sebagai pagar di jalan yang berbahaya seperti jalan bebas hambatan, tikungan tajam di pegunungan, sungai dan jurang. Guard rail berfungsi sebagai pelindung agar saat terjadi kecelakaan kendaraan tidak terjatuh ke sungai atau jurang.
Kapolsek Girimulyo, AKP Surahman, mengatakan pengajuan usulan ini dilakukan lantaran sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi terjadinya kecelakaan maut tersebut belum terpasangi guard rail. Beberapa di antaranya juga tidak terdapat rambu lalu lintas, baik rambu peringatan maupun larangan.
Surahman mengatakan ruas jalan yang akan diusulkan untuk dipasangi guard rail dan rambu lalu lintas di antaranya jalan Benteng menuju Gua Kiskendo dan Jalan Janti menuju Gua Kiskendo. "Kalau di tempat terjadinya kecelakaan sudah terpasang guard rail tetapi kondisinya rusak. Nanti otomatis akan segera diperbaiki. Fokus kami ada di jalan lain yang belum terpasang guard rail," ujar Surahman saat ditemui Harian Jogja, Selasa (30/10/2018).
Dijelaskan Surahman saat ini jajarannya menyiapkan surat usulan untuk dikirimkan ke Polres Kulonprogo. Setelah itu dari kepolisan dilanjutkan ke Dinas Perhubungan DIY. "Karena masuk jalan provinsi jadi yang menangani Dinas Perhubungan DIY," kata Surahman.
Salah seorang warga Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Mujiyo, 45, berharap instansi terkait bisa segera merealisasi pemasangan pembatas jalan tersebut. Laki-laki paruh baya ini mengaku kerap melewati jalan di sekitar lokasi kecelakaan minibus, sehingga dikhawatirkan jika belum terpasang pengaman maka kejadian serupa dapat terulang. "Semoga segera dipasang, karena di situ [sekitar lokasi kecelakaan] sangat rawan mengingat banyak turunan dan tikungan tajam. Jika pengendara tidak hati-hati bisa celaka," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah minibus Mitsubishi Colt L300 bernomor polisi AA 1019 HF yang mengangkut belasan penumpang rombongan pernikahan mengalami kecelakaan tunggal di ruas jalan Kenteng-Goa Kiskendo, Dusun Turusan, Pendoworejo, Kecamatan Nanggulan, Senin pukul 06.15 WIB. Dua orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
Dua orang penumpang yang meninggal dunia yakni Sumedi, 60, dan Sinem, 45, keduanya warga Desa Pagedongan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Sumedi meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Sinem meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Kedua korban ini merupakan bagian dari 17 penumpang termasuk seorang sopir minibus, Wahyudi, 25, warga Gunungjati, Desa Pagedongan, Banjarnegara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
KDMP Tamanmartani menggunakan dana LPDB untuk operasional awal klinik pratama sambil menunggu kerja sama BPJS Kesehatan.
Erina Gudono resmi lulus S2 University of Pennsylvania sambil menjalani peran sebagai ibu bagi Bebingah bersama Kaesang Pangarep.
Jungkook BTS buka lowongan videografer dan editor untuk BTS WORLD TOUR ARIRANG. Simak kriteria dan peluang langka bergabung dengan tur dunia BTS di sini.
FIFA memperkenalkan lagu Dai Dai dari Shakira dan Burna Boy untuk Piala Dunia 2026. Berikut sejarah anthem resmi Piala Dunia.
Bojan Hodak dikabarkan meninggalkan Persib Bandung setelah membawa Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia beruntun.