Jalur Rawan Kecelakaan di Girimulyo Butuh Guard Rail

Sejumlah pengendara motor melintasi lokasi terjadinya kecelakaan minibus di ruas jalan Kenteng-Gua Kiskendo, Dusun Turusan, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Selasa (30/10/2018). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
30 Oktober 2018 15:15 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pasca terjadinya kecelakaan lalu lintas yang merenggut dua korban jiwa di ruas jalan Kenteng-Goa Kiskendo, Dusun Turusan, Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Senin (29/10/2018), Polsek Girimulyo mengusulkan pemasangan rambu lalu lintas dan guard rail.

Guard rail merupakan besi penahan yang berfungsi sebagai pagar di jalan yang berbahaya seperti jalan bebas hambatan, tikungan tajam di pegunungan, sungai dan jurang. Guard rail berfungsi sebagai pelindung agar saat terjadi kecelakaan kendaraan tidak terjatuh ke sungai atau jurang.

Kapolsek Girimulyo, AKP Surahman, mengatakan pengajuan usulan ini dilakukan lantaran sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi terjadinya kecelakaan maut tersebut belum terpasangi guard rail. Beberapa di antaranya juga tidak terdapat rambu lalu lintas, baik rambu peringatan maupun larangan.

Surahman mengatakan ruas jalan yang akan diusulkan untuk dipasangi guard rail dan rambu lalu lintas di antaranya jalan Benteng menuju Gua Kiskendo dan Jalan Janti menuju Gua Kiskendo. "Kalau di tempat terjadinya kecelakaan sudah terpasang guard rail tetapi kondisinya rusak. Nanti otomatis akan segera diperbaiki. Fokus kami ada di jalan lain yang belum terpasang guard rail," ujar Surahman saat ditemui Harian Jogja, Selasa (30/10/2018).

Dijelaskan Surahman saat ini jajarannya menyiapkan surat usulan untuk dikirimkan ke Polres Kulonprogo. Setelah itu dari kepolisan dilanjutkan ke Dinas Perhubungan DIY. "Karena masuk jalan provinsi jadi yang menangani Dinas Perhubungan DIY," kata Surahman.

Salah seorang warga Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Mujiyo, 45, berharap instansi terkait bisa segera merealisasi pemasangan pembatas jalan tersebut. Laki-laki paruh baya ini mengaku kerap melewati jalan di sekitar lokasi kecelakaan minibus, sehingga dikhawatirkan jika belum terpasang pengaman maka kejadian serupa dapat terulang. "Semoga segera dipasang, karena di situ [sekitar lokasi kecelakaan] sangat rawan mengingat banyak turunan dan tikungan tajam. Jika pengendara tidak hati-hati bisa celaka," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah minibus Mitsubishi Colt L300 bernomor polisi AA 1019 HF yang mengangkut belasan penumpang rombongan pernikahan mengalami kecelakaan tunggal di ruas jalan Kenteng-Goa Kiskendo, Dusun Turusan, Pendoworejo, Kecamatan Nanggulan, Senin pukul 06.15 WIB. Dua orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Dua orang penumpang yang meninggal dunia yakni Sumedi, 60, dan Sinem, 45, keduanya warga Desa Pagedongan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Sumedi meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Sinem meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Kedua korban ini merupakan bagian dari 17 penumpang termasuk seorang sopir minibus, Wahyudi, 25, warga Gunungjati, Desa Pagedongan, Banjarnegara.