Advertisement
Bentuk Integritas Pengacara lewat UCA

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kongres Advokat Indonesia (KAI) DIY kembali menggelar ujian calon advokat (UCA) 2018. Gelombang pertama digelar di Universitas Widya Mataram, Selasa (6/11/2018).
Ketua DPD KAI DIY Wisnu Sabdono Putro mengatakan UCA digelar sejatinya untuk memenuhi kebutuhan para advokat. Nantinya, kata dia, seorang advokat memang terlebih dulu harus menempuh pendidikan lanjutan strata II bidang Keadvokatan. “Jadi ini [UCA] adalah peluang bagi calon advokat sebelum undang-undang soal syarat advokat itu dilaksanakan,” ucap dia melalui siaran pers yang diterima Harian Jogja, Rabu (7/11/2018).
Advertisement
Ketua Penyelenggara UCA KAI DIY Budi Santosa menambahkan dalam UCA KAI tahun ini, sejumlah materi pengetahuan dan kemahiran diujikan. Beberapa di antaranya adalah Peran dan Fungsi Advokat; Kode Etik Profesi Advokat; Hukum Acara Perdata; Hukum Acara Pidana; Hukum Peradilan Agama; Hukum Perselisihan Perburuhan; Hukum Peradilan; Tata Usaha Negara; Hukum Arbitrase Penyelesaian Sengketa; Hukum Acara Mahkamah Konstitusi; dan esai membuat surat kuasa dan gugatan. “Jadi hampir semua materi diujikan dalam UCA tahun ini,” ucap dia.
Mewakili Dekan Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram, Edy Chrisjanto memberikan apresiasi atas UCA yang diselenggarakan di kampus UWM. Dia mengaku UWM saat ini terus bergerak aktif dalam mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kepada semua peserta UCA, Edy mendorong agar peserta yang nantinya telah lulus UCA dan juga DKPA (Diklat Khusus Profesi Advokat) berkomitmen jadi advokat yang berdedikasi, berintegritas. “Serta senantiasa menjaga kehormatan nilai-nilai keadilan, kebenaran, dan kemanusiaan,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Vladimir Putin Kembali Maju dalam Pemilu Presiden Rusia Maret 2024
Advertisement

Cari Tempat Seru untuk Berkemah? Ini Rekomendasi Spot Camping di Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Kekayaan Guru Besar UGM Sekaligus Wamenkumham Eddy Hiariej Tersangka Suap, Punya 4 Rumah Rp23 Miliar di Sleman
- Meski Pembinaan Rutin Digelar, Parkir Liar Bak Mati Satu Tumbuh Seribu
- Terlibat Mafia Tanah Kas Desa, Jagabaya Caturtunggal Ditahan Kejati DIY
- Sendratari Anak Tari Klasik Gaya Jogja Dipentaskan di Ndalem Mangkubumen
- Mafia Tanah Kas Desa: Jagabaya Caturtunggal Diduga Terima Suap dari Robinson 3 Kali, Nilainya Ratusan Juta
Advertisement
Advertisement