Kekeringan: Distribusi Air Bersih Pemkab Sleman Belum Maksimal
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah kekeringan belum maksimal.
Ilustrasi HIV/AIDS. (Harian Jogja)
Harianjogja.com, SLEMAN- Dari total 25 Puskesmas yang ada di wilayah Sleman, hanya satu puskesmas yang bisa melayani pengobatan HIV/AIDS menggunakan obat Antiretroviral (ARV).
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sleman Novita Krisnaeni mengatakan hanya Puskesmas Tempel 1 yang bisa melayani pemberian ARV untuk pasien HIV/AIDS.
Hal tersebut dikarenakan puskesmas membutuhkan pelatihan untuk para sumber daya manusianya agar bisa melayani pengobatan HIV menggunakan ARV."Namun untuk pengecekan [HIV/AIDS], bisa di 25 Puskesmas yang ada di Sleman," katanya, Rabu (21/11/2018).
Pihaknya menargetkan pada 2019 nanti akan bertambah lima puskesmas lagi yang bisa melayani pengobatan HIV menggunakan ARV.
"Namun saat ini tidak banyak ODHA [orang dengan HIV/AIDS] yang mau teratur minum ARV, hanya sekitar 10 persen dari total. Padahal kami sudah menyediakan ARV gratis," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa ODHA yang sudah mulai minum ARV harus teratur meminumnya bahkan diharapkan untuk dikonsumsi seumur hidup agar tidak bisa menulari orang lain.
"Sleman itu tingkat penderita HIV paling tinggi se-DIY. Kami sedang melakukan pemetaan untuk tahu daerah paling tinggi penularannya. Sehingga bisa diintervensi dengan memberikan edukasi," ucapnya.
Menurutnya mobilitas penduduk menjadi penyebab Sleman tingkat penderita HIV paling tinggi se-DIY. Banyaknya kampus dan tempat wisata menjadikan risiko penularan penyakit mematikan itu semakin tinggi.
"Mahasiswa kan banyak yang jauh dari pengawasan orang tua, bisa terjerumus ke hal-hal yang berpotensi terhadap penularan HIV," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah kekeringan belum maksimal.
Inter Milan gagal menang setelah ditahan Hellas Verona 1-1 pada pekan ke-37 Liga Italia 2025/2026 di Giuseppe Meazza.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.