Jalan Godean Rawan Kecelakaan, Bupati Sleman Perintahkan PJU dan Lubang Jalan Dicek
Jalan Godean Sleman menjadi perhatian setelah sejumlah kecelakaan fatal. Bupati Harda Kiswaya perintahkan pengecekan PJU, lubang jalan dan fasilitas keselamatan
Kegiatan sosial peduli lingkungan dengan bersih sungai dan menebar benih ikan oleh Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) APMD di Sungai Gajah Wong, Sidobali, Muja-Muju, Umbulharjo, Jumat (26/10/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JOGJA- Masyarakat di sepanjang bantaran kali yang berhulu di Merapi diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan jika intensitas hujan yang turun cukup tinggi. Pasalnya hampir seluruh bantaran sungai memiliki potensi longsor.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jogja Hari Wahyudi mengatakan mengimbau agar warga yang berada di sepanjang bantaran kali agar tetap waspada. Peningkatan kewaspadaan tersebut harus dilakukan menyikapi musim penghujan saat ini. Pasalnya, hampir semua titik di bantaran kali yang melewati wilayah Jogja memiliki potensi rawan longsor. "Hampir semua [potensi rawan longsor]," kata Hari kepada Harianjogja.com, Kamis (29/11/2018).
Kewaspadaan perlu dilakukan terutama ketika hujan berlangsung lama dan debit air kali terus meningkat. Kondisi tersebut, dikhawatirkan terjadinya longsor seperti hujan yang terjadi pada Selasa (27/11/2018) dan Rabu (28/11/2018) kemarin. Sejumlah talut di tiga kali yang mengaliri kota Jogja ambrol. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Berdasarkan data BPBD Jogja, talud yang ambrol berada bantaran Kali Winongo, Suryowijayan RT.01 RW.01, Kel. Gedongkiwo, Mantrijeron. Penyebabnya, arus air sungai meluap menggerus tanggul sehingga akses jalan kampung terganggu. Longsoran juga mengancam komplek makam dan menghanyutkan tiang lampu penerangan sungai.
Di Kali Code, talut yang terkikis air hujan menyebabkan lantai bangunan rumah ambles. Kejadian tersebut terjadi di RT.21 RW.05 Terban, Gondokusuman. Tidak hanya itu, tembok TPU Bangunrejp, Bangunrejo RT 45 RW 10, Kricak Tegalrejo, yang bersebelahan dengan Kali Buntung juga longsor akibat tanah di sekitar terkikis air hujan.
"Jadi kami minta agar masyarakat di bantaran kali khususnya untuk terus waspasa terhadap lingkungan masing-masing. Jika hujan durasi lama, debit air yang akan meningkat karena rawan terjadi longsor," katanya.
Agar aliran sungai [kali] tidak terhambat dan memicu terjadinya pengikisan talud, Hari berharap agar kebiasaan membuang sampah ke sungai [kali] tidak lagi dilakukan. Pasalnya perilaku buruk tersebut tidak hanya berdampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bencana. "Selain sampah, kami berharap agar pengambilan pasir di kali tidak dilakukan serampangan, agar pondasi talut tidak rusak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan Godean Sleman menjadi perhatian setelah sejumlah kecelakaan fatal. Bupati Harda Kiswaya perintahkan pengecekan PJU, lubang jalan dan fasilitas keselamatan
Pieter Huistra menanggapi komitmen suporter PSS-PSIM. Ia menyebut rivalitas wajar, tetapi dukungan kepada tim lebih penting.
Dokumen pengadilan yang baru dibuka mengungkap kekhawatiran internal Microsoft dan OpenAI soal penggunaan jutaan artikel berita untuk melatih AI.
Marc Marquez dan Jorge Martin sama-sama mengoleksi 274 poin jelang MotoGP Austria 2026. Simak jadwal GP Austria dan persaingan menuju gelar juara dunia
Timnas voli putri Indonesia menghadapi Jepang pada laga terakhir Pool A Asian Games 2026, Jumat (18/9). Simak jadwal dan peluang juara grup.
Apa itu Influenza A? Kenali gejala, masa inkubasi, cara penularan, risiko komplikasi, hingga tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan medis.