Update Trans Jogja 2026: Rute Baru dan Tarif Terjangkau
Rute Trans Jogja 2026 makin luas hingga pinggiran. Tarif tetap murah, jadi solusi transportasi hemat dan bebas macet di Jogja.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (empat kiri) saat meresmikan ShelterPit di Taman Pintar Jogja, Minggu (16/12/2018)/Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Antusiasme wisatawan menggunakan aplikasi Jogjabike ternyata cukup tinggi. Belum genap tiga bulan diluncurkan pada akhir Oktober 2018 lalu, layanan penggunaan sepeda di kawasan Malioboro tersebut sudah dimanfaatkan oleh sekitar 4.000 pengguna.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan tingginya minat wisatawan untuk memanfaatkan aplikasi sepeda sharing Jogjabike tersebut dinilai bagus. Selama libur Natal dan Tahun Baru 2019, pihaknya pun menambah jumlah sepeda, dari yang awalnya hanya 20 unit jadi 200 unit. "Kami optimistis, jumlah pengguna aplikasi ini semakin meningkat. Jogjabike bisa menjadi alternatif bagi wisatawan untuk menikmati suasana Jogja," katanya di sela-sela meresmikan ShelterPit di Taman Pintar Jogja, Minggu (16/12/2018) pagi.
Keberadaan ShelterPit Jogjabike di Taman Pintar merupakan titik kelima. Sebelumnya ShelterPit tersedia di empat titik di kawasan Malioboro mulai di Loko Cafe, Malioboro Mall, Kantor Kepatihan hingga Museum Vredeburg. Peresmian, kata Haryadi, sengaja dilakukan di Taman Pintar lantaran berbarengan dengan perayaan HUT ke-10 wahana edukasi dan rekreasi keluarga milik Pemkot tersebut.
Tahun depan, Haryadi menargetkan jumlah sepeda untuk layanan wisata Jogjabike mampu mencapai 1.000 unit sepeda. Jumlah tersebut diimbangi dengan penambahan ShelterPit di 15 titik. Pengadaan sepeda tersebut melibatkan berbagai pihak seperti Pertamina Foundation, Bank Mandiri, PT Wijaya Karya, PT Bank BPD DIY serta Kagama.
"Sepeda sharing ini tidak hanya diperuntukkan bagi wisatawan. Masyarakat umum juga bisa menggunakan untuk menuju sekolah atau sekadar berkeliling," katanya.
Meski begitu, Haryadi berharap agar semua pengguna sepeda bisa ikut merawat dan memelihara sepeda yang digunakan dengan baik. Dia juga berharap agar pengguna sepeda tetap mematuhi aturan berlalu-lintas.
"Selama berkendara, pengendara sepeda tidak harus menguasai jalan melainkan tetapi harus tetap berbagi jalan dengan pengendara lain. Jadi saling menghormati di jalan," pintanya.
Founder Jogja Bike Muhammad Aditya menjelaskan untuk dapat menikmati layanan sepeda sharing tersebut, pengguna harus mengunduh aplikasi Jogjabike melalui Playstore. Layanan itu sekaligus menjadi bagian mewujudkan program smart city di bidang fasilitas umum.
Dengan layanan ini, wisatawan bisa leluasa menikmati Jogja yang tidak bisa diakses oleh kendaraan lain sepeti mobil dan andong. "Wisatawan dengan mudah masuk dan keluar ke kampung-kampung wisata. Jadi lebih fleksibel," katanya.
Terlebih, kata Adit, Pemkot Jogja konsen menerapkan green city sehingga senyampang dengan pertumbuhan transportasi alternatif sepeda. "Target kami sebelum Lebaran tahun depan ada 1.000 sepeda. Kami sediakan secara bertahap untuk mendukung kawasan pedestarian Malioboro dan kampung-kampung wisata di Jogja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rute Trans Jogja 2026 makin luas hingga pinggiran. Tarif tetap murah, jadi solusi transportasi hemat dan bebas macet di Jogja.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.