SD Budi Utama Adakan Literasi Mandarin

Beberapa kegiatan class meeting yang diadakan oleh SD Budi Utama Yogyakarta belum lama ini. - Ist./SD Budi Utama Yogyakarta
20 Desember 2018 09:30 WIB Rheisnayu Cyntara Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dalam rangka menyegarkan kembali stamina siswa setelah menghadapi ujian akhir semester (UAS), SD Budi Utama Yogyakarta mengadakan beberapa kegiatan. Salah satunya menyelenggarakan kegiatan Literasi Mandarin dengan pengajar langsung dari Tiongkok Chen Laoshi dan Guo Laoshi.

Public Relations Officer Sekolah Budi Utama, Marcelina Mayang Asriani menuturkan berbagai persiapan yang dilakukan dalam menghadapi UAS telah banyak menguras waktu, tenaga dan pikiran. Oleh karena itu bagian kesiswaan SD Budi Utama memandang perlu mengadakan kegiatan yang bisa melepaskan kepenatan, kejenuhan dan ketegangan untuk para siswa. Salah satu bentuk kegiatan yang lantas diadakan adalah class meeting. Pasalnya kegiatan ini dianggap dapat menyegarkan kembali stamina siswa setelah menghadapi ujian bahkan dapat mempererat rasa kebersamaan. Sehingga dihadapkan saat kembali masuk sekolah nanti, siswa tidak jenuh mengikuti kegiatan belajar mengajar.

"Ada berbagai kegiatan dirancang untuk mengisi hari-hari sebelum rapor dibagikan pada siswa. Antara lain literasi mandarin dan english, lomba futsal, badminton, tenis meja, basket three on three, lomba permainan tradisional seperti gangsing, lompat tali dakon, cooking class dan jalan sehat. Guru-guru pun ikut berpartisipasi," katanya pada Rabu (19/12).

Marchelina menuturkan ada satu hal yang menarik dari kegiatan ini, yakni adanya Literasi Mandarin dengan pengajar langsung dari Tiongkok, Chen Laoshi dan Guo Laoshi yang merupakan guru mandarin di SD Budi Utama. Pada hari pertama kegiatan literasi untuk kelas I paralel, Laoshi mengajarkan puisi, gerak dan lagu. Sedangkan pada hari kedua di kelas II, Laoshi mengajarkan Chinese paper cutting dalam bahasa Mandarin disebut Jian Zhi. Sebuah seni menggunting kertas dari negeri Tiongkok yang biasanya memakai kertas berwarna merah sebagai simbol kebahagiaan selama perayaan Imlek. Layaknya membatik sejak dari siswa duduk di TK sampai dewasa diajarkan, demikian pula seni Jian Zhi ini juga diajarkan sejak kecil di Tiongkok.

"Dalam kegiatan Chinese Paper Cutting ini, pola gambar yang dpilihkan adalah benda-benda sekitar seperti buah dan daun," ujarnya.

Terakhir, Chen Laoshi dan Guo Laoshi mengajari siswa-siswi kelas II menyanyi bersama. Laoshi juga memutarkan video lagu daerah Indonesia dari daerah Maluku yaitu Ayo Mama yang dinyanyikan oleh anak-anak Tiongkok. "Ternyata lagu Ayo Mama ini juga popular di sana. Guru dan siswa menyanyi dan menari bersama-sama, belajar membaca Pinyin dan Hanzi," tuturnya.