Antisipasi Kemacetan, Jumlah Personel Ditambah

Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution mengecek kesiapan personel gabungan saat apel Operasi Lilin Progo 2018 di Mapolres Kulonprogo, Jumat (21/12/2018). - Harian Jogja/Uli Febriarni
21 Desember 2018 20:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution, menyebutkan puncak arus lalu-lintas pada masa Operasi Lilin Progo 2018 bakal terjadi 23-24 Desember 2018. Pada saat itu jajarannya bakal menambah personel untuk melaksanakan pengaturan dan penjagaan arus lalu-lintas.

"Penambahan jumlah personel juga dilakukan pada 31 Desember 2018 dan 1 Januari 2019 yang merupakan hari libur," kata Anggara seusai memimpin apel Operasi Lilin Progo 2018 di Mapolres Kulonprogo, Jumat (21/12/2018).

Ia menyatakan untuk kawasan rawan kecelakaan masih menginduk dengan data pada Operasi Lilin Progo 2017, yaitu Jl. Jogja-Wates Km.19-20, Sukoreno, Sentolo dan Jl.Wates-Purworejo Km.8, Temon yang merupakan area pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Penambahan personel dilakukan pada 25 Desember 2018. Kendati demikian, Anggara tetap meminta pengendara kendaraan bermotor untuk mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan tertib berlalu lintas. "Perhatikan kondisi kendaraan yang dikendarai. Jangan hanya mengendarai, tetapi kelengkapan dan kondisi kendaraan juga harus diperhatikan," ujarnya.

Kasatlantas Polres Kulonprogo, AKP Maryanto, mengatakan adanya proyek NYIA menjadi penyebab meningginya kerawanan lalu lintas di kawasan Temon. Pasalnya, lokasi proyek bersebelahan dengan jalan nasional yang cukup ramai pengendara. Kerawanan muncul karena adanya truk angkutan material proyek yang melalui jalan tersebut, dan ditambah adanya ceceran material yang jatuh, sehingga menimbulkan antrean panjang kendaraan yang hendak melintas.

"Kami bersama Dinas Perhubungan Kulonprogo menempatkan personel secara khusus untuk menjaga ruas tersebut, serta memasang rambu-rambu untuk meminimalkan potensi kecelakaan. Hanya saja, kelalaian pengguna jalan juga menjadi faktor yang tidak bisa dihindarkan, kami akan memperketat pengawasan dan pengaturan lalin di kawasan itu,"katanya, Jumat.

Terkait dengan pengamanan gereja, Anggara Nasution menjelaskan sebanyak enam gereja disterilisasi untuk menjamin keamanan ibadah Natal. Enam gereja ini merupakan gereja yang memiliki lebih dari 1.000 jemaat. Sterilisasi dilakukan Sat Brimbobda Polda DIY. Selain itu, aparat bakal memeriksa jemaat sebelum memasuki gereja. "Pengamanan oleh pihak gereja tetap yang utama, karena mereka yang lebih paham dengan jemaat mereka. Kalau ada yang mencurigakan, tinggal berkoordinasi dengan kami," ucapnya.