Buntut Kru Jatuh Hingga Tewas, SOP Kegiatan Paralayang di Gunungkidul Bakal Diperketat

Foto Ilustrasi. - Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
22 Desember 2018 17:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Menanggapi kejadian jatuhnya kru Paralayang di objek wisata Watugupit di Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, hingga meninggal dunia, Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul akan memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) kegiatan tersebut.

“Kejadian yang tidak diinginkan ini, mungkin SOP akan diperketat nantinya, teman-teman FASI [Federasi Aero Sport Indonesia] yang tahu persis SOP nya. Sebenarnya sudah ada juga pastinya SOP, namun sudah terpenuhi atau belum saat kejadian ini nanti teman-teman FASI yang tahu,” kata Hary, Sabtu (22/12/2018).

Dikatakannya untuk standar keamanan merupakan keharusan yang mutlak karena olah raga tersebut perlu keahlian khusus dan tidak semua orang bisa.

Hary menjelaskan tempat tersebut memang sering digunakan oleh FASI sejak belasan tahun lalu, melihat hal tersebut Dispar Gunungkidul berupaya mengembangkan sebagai sport tourism, dengan memberikan dukungan fasilitas pendopo, parkir dan sebagainya.

Selain dari FASI juga ada komunitas dan pengelola di sana yang membantu memfasilitasi dan membantu tandem atau persiapan terbang. Kedepan dikatakannya pengelola atau pemandu yang tandem di sana harus dipastikan ada standar-standar khusus, mengingat paralayang ini juga terbuka untuk wisatawan. Terkait sertifikasi menurutnya yang tahu persis FASI.

Meski ada kejadian itu sendiri dikatakan Hary objek wisata ini tetap buka karena yang berkunjung tidak semua akan terbang. Banyak yang datang untuk menikmati panoramanya apalagi pada sore hari untuk melihat sunset.

Kecelakaan terjadi di objek wisata paralayang di kawasan pantai selatan Gunungkidul, Sabtu (22/12/2018) pukul 11.00 WIB. Seorang kru paralayang jatuh ke pantai saat membantu wisatawan. Korban meninggal dunia.

Korban bernama Suyadi, 40, warga Gabuk Giricahyo Purwosari Gunungkidul. Ia jatuh dari paralayang di Klampok Parangrejo Purwosari Gunungkidul.