Diduga Jadi Lokasi Open BO, Indekos di Kasihan Dipantau Satpol PP Bantul
Satpol PP Bantul menindaklanjuti laporan warga terkait indekos di Ngestiharjo yang diduga digunakan untuk aktivitas open BO atau prostitusi.
Petugas Dinas Sosial P3A Kulonprogo dan jajaran OPD terkait saat meninjau calon lokasi Sekolah Rakyat di Bojong, Kulur, Kapanewon Temon belum lama ini. Ist
Harianjogja.com, KULONPROGO – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Kulonprogo telah melakukan survei lokasi untuk mendirikan Sekolah Rakyat (SR) di wilayah setempat.
Kepala Dinas Sosial P3A Kulonprogo, Lucius Bowo Pristiyanto mengungkapkan, survei ini merupakan langkah awal dalam mendukung program pemerintah pusat yang dijalankan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menyediakan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Survei ini melibatkan tim dari Dinas Sosial dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dan kami telah mengunjungi lima tempat yang nantinya diipertimbangkan untuk jadi lokasi Sekolah Rakyat,” katanya, Minggu (27/4/2025).
BACA JUGA: Balai Karantina Jogja Gagalkan Upaya Penyelundupan Ular dan Biawak di Bandara YIA
Adapun kelima Lokasi itu yakni di Klajuran tepatnya di Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan; Pengasih, Kapanewon Pengasih; Kalurahan Wates, Kapanewon Wates; Umbar, Triharjo, Kapanewon Wates; dan Bojong, Kulur, Kapanewon Temon.
Dijelaskan Lucius, program Sekolah Rakyat bertujuan untuk membangun sekolah-sekolah mulai dari tingkat SD dan SMP di Kabupaten Kulonprogo, yang dikhususkan untuk anak-anak yang berasal dari keluarga miskin. Diharapkan lewat program ini akses pendidikan yang optimal dapat diperoleh oleh mereka yang selama ini terbatas oleh kondisi ekonomi atau biaya.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial P3A Kulonprogo, Agus Sudarmadi menjelaskan, Sekolah Rakyat akan menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem (desil 1 dan 2) serta anak-anak yang memiliki prestasi akademik unggul. "Sekolah ini juga akan memberikan kesempatan bagi mereka yang mendapatkan izin dari orang tua untuk tinggal di asrama," ujar Agus.
Sekolah Rakyat memiliki visi mencetak agen perubahan dalam setiap keluarga miskin melalui pendidikan yang mumpuni guna memutus rantai kemiskinan. "Misinya adalah untuk memberikan pendidikan yang memadai agar siswa siap melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, menanamkan pola pikir pantang menyerah dan gigih dalam meraih masa depan, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan cinta tanah air," tambah Agus.
Sekolah Rakyat ini akan menerapkan sistem pendidikan boarding school atau asrama dengan pembinaan 24 jam dalam lingkungan yang kondusif. Selain itu, kurikulum yang diterapkan akan mencakup kurikulum sekolah unggulan yang dilengkapi dengan pengajaran karakter, keterampilan, dan bela negara.
Agus menambahkan, seluruh biaya pendidikan, termasuk biaya hidup dan fasilitas pendukung lainnya, akan sepenuhnya dibiayai oleh negara, sehingga orang tua murid tidak perlu khawatir lagi mengenai biaya pendidikan. Semua siswa yang memenuhi syarat akan mendapatkan pendidikan 100% gratis.
“Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Kulonprogo, dengan membuka peluang bagi generasi muda untuk mencapai potensi terbaik mereka, tanpa terhalang oleh keterbatasan ekonomi,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Bantul menindaklanjuti laporan warga terkait indekos di Ngestiharjo yang diduga digunakan untuk aktivitas open BO atau prostitusi.
Eksplorasi panas bumi Gunung Ungaran menuai kekhawatiran. Pemerintah memastikan kajian lingkungan dan Candi Gedong Songo menjadi perhatian.
Komdigi memberi batas 28 September 2026 bagi operator untuk menyediakan perlindungan sisa kuota internet sesuai putusan MK.
TPA Putri Cempo Solo terbakar pada Rabu malam. Petugas pemadam dikerahkan dari sisi utara dan barat untuk menangani kebakaran.
KY merespons desakan moratorium seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 serta menegaskan mandat konstitusional tetap dijalankan.
Kunjungan wisatawan ke Kaliurang mencapai 417.291 orang hingga Agustus 2026, dengan jumlah tertinggi tercatat pada Mei.