Tim Penjinak Bom Sterilisasi Lima Gereja di Kulonprogo

Salah satu anggota Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda DIY mengecek Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wates, Minggu (23/12/2018). - Harian Jogja/Jalu rahman Dewantara
23 Desember 2018 15:15 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGOTim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda DIY menyeterilkan lima gereja di Kulonprogo, Minggu (23/12/2018). Sterilasi dilakukan untuk mengoptimalkan keamanan menjelang perayaan Natal 2018 yang jatuh pada Selasa (25/12/2018).

Komandan Subden Jibom Gegana Brimob Polda DIY, AKP Suripto, mengatakan kelima gereja yang disterilisasi meliputi Gereja Santa Theresia Lisieux Boro, Kecamatan Kalibawang; Gereja Santa Maria Perawan Tak Bercela, Kecamatan Nanggulan; Gereja Maria Meterdei Kenteng, Kecamatan Sentolo; dan dua gereja di Kecamatan Wates, yakni Gereja Kristen Jawa (GKJ) serta Gereja Bunda Penasihat Baik.

Dalam sterilisasi ini Tim Jibom menerjunkan delapan orang personel. Sejumlah alat pendeteksi mulai dari mirror detector, metal detector, hingga endoskop digunakan dalam operasi ini. Sejauh ini dari hasil pemantauan tidak ditemukan adanya benda-benda mencurigakan.

"Tidak ditemukan adanya bom serta bahan peledak lainnya, meski demikian kami sampaikan kepada polsek dan TNI setempat untuk selalau berkoordinasi dengan pihak gereja untuk tetap menunjang keamanan," kata Suripto seusai mengecek kondisi Gereja Kristen Jawa, Wates, Minggu.

Suripto mengatakan di hari yang sama jajarannya juga menerjunkan Tim Jibom di Kabupaten Gunungkidul. Sebanyak lima gereja di kawasan Bumi Handayani disterilisasi. Pada Senin (24/12), kegiatan serupa akan menyasar sembilan gereja di Kota Jogja dan enam gereja di Bantul. "Sebelumnya [Sabtu (22/12] kami juga menyeterilkan 20 gereja di Sleman," ucapnya.

Salah seorang Majelis GKJ Wates, Suroto, mengapresiasi kegiatan sterilisasi ini. Dia mengatakan pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan serupa untuk menunjang kemaanan jamaat saat perayaan Natal. Dalam pengamanannya nanti, akan dibantu dengan satgas yang dibentuk panitia natal GKJ Wates dan organisasi masyarakat seperti Banser NU. "Kami juga lakukan pemeriksaan kepada para jemaat. Walaupun sebenarnya sudah saling mengenal tetap kami lakukan pemeriksaan," kata Suroto.

GKJ Wates diprediksi akan menampung sekitar 1.700 jemaah saat perayaan Natal 2018. Tahapannya dimulai dengan menggelar kebaktian pada Senin (24/12) pukul 18.00 WIB. "Pada Hari Natal yang jatuh Selasa kebaktian dimulai pukul 08.00 WIB. Pada malam Tahun Baru 2019 dan saat 1 Januari kami juga ada kegiatan kebaktian," katanya.