Warga Wareng Gunungkidul Keluhkan Air yang Keruh

Salah seorang warga Wareng, Basuki menunjukkan air yang keruh, Selasa (25/12/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
25 Desember 2018 21:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Warga Desa Wareng, Kecamatan Wonosari keluhkan air yang berwarna putih susu yang diduga warga tercampur zat kapur. Untuk tetap bisa memanfaatkan air tersebut untuk minum dan memasak warga mesti mengendapkan selama dua hari.

Salah seorang warga Sabariyanto menduga perubahan warna tersebut karena efek dari pengeboran jaringan baru sistem penyedia air minum desa (Spamdes). Setidaknya perubahan warna tersebut sudah berlangsung sekitar dua minggu terakhir.

Dijelaskannya sumur bor tersebut baru, dan dikelola kelompok dari perkumpulan petani pemakai air. Sumur bor yang lama masih digunakan namun debitnya menurun.

Ia menyayangkan sumber air yang ada saat ini berbeda dengan yang lama. Meski begitu ia dan warga lainnya tidak bisa berbuat banyak. Untuk mendapatkan air tersebut ia harus membayar Rp2.500/kubiknya, ditambah dengan biaya beban Rp10.000/bulan.

“Ya mau gimana lagi terpaksa pakai itu, harus diendapkan juga untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Sabar, Selasa (25/12/2018).

Warga lainnya, Basuki menyayangkan kondisi air yang keruh tersebut, dia khawatir jika timbul penyakit gara-gara permasalahan air tersebut. Ia berharap instansi terkait dapat menindaklanjuti masalah ini.

“Kondisi ini semakin para kalau hujan deras. Gara-gara sumber air tanah tercampur dengan zat kapur sepertinya. Ya semoga nanti jernih sendiri, atau ada tindak lanjut dari Desa,” ujarnya.

Kades Wareng, Bambang Sukoco juga membenarkan perubahan warna air tersebut yang semula jernih menjadi putih susu. Namun ia juga belum bisa mencari solusi lebih, dan akan berkomunikasi dengan pihak pengelola.

“Solusi sementara ya untuk diendapkan itu sebelum digunakan. Kami belum bisa juga memastikan kapan dapat kembali jernih. Kami komunikasikan nanti dengan kelompok pengelola airnya,” kata Bambang.