Perbaikan Jalan dan Drainase Depan Pasar Ngawen Ditarget Rampung 18 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X (pakai topi) saat meresmikan jalur alterantif Sleman-Gunungkidul di ruas Ngalang-Gading di area Jembatan Nguwot, Desa Ngalang, Gedangsari, Kamis (10/1/2019)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jalur alternatif Sleman-Gunungkidul yang menghubungkan Ngalang-Gading di Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul diresmikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Kamis (10/1/2019). Selain mengurai kemacetan di jalan utama Jogja-Wonosari, jalur ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Jalur alternatif ini memiliki banyak manfaat,” kata Sultan kepada wartawan seusai peresmian, Kamis.
Menurut dia, jalur alternatif memiliki lokasi yang strategis karena menjadi penghubung antara wilayah Gunungkidul dengan Sleman. Adapun keunggulan ini memiliki pemandangan yang indah serta jalannya melewati berbagai destinasi wisata, baik yang ada di Gunungkidul mapun Sleman.
“Ada Tebing Breksi, Candi Ijo, Embung Nglanggeran dan lain sebagainya. Jadi akses tersebut memiliki banyak manfaat, utamanya mengurangi kepadatan kendaraan di jalur Jogja-Wonosari,” katanya.
Ia pun beharap potensi ini dimanfaatkan sehingga dapat mendongkrak perekonomian bagi warga sekitar. “Sangat potensial dan saya yakin bisa memiliki nilai manfaat ekonomi yang baik,” imbuhnya.
Sultan menambahkan, peresmian jalur alternatif di ruas Ngalang-Gading belum menyeleseikan seluruh jalan karena masih ada jalan yang belum dibangun. Dia pun menargetkan di 2021 seluruh jalur benar-benar tersambung.
“Yang jelas lahan untuk pembuatan jalan harus dibebaskan. Kalau di Gunungkidul sudah siap [selesai pembebasan] langsung kita bangun, begitu juga sebaliknya untuk wilayah Sleman,” katanya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY, Bambang Sugaib mengatakan, untuk pembangunan ruas jalur Ngalang-Gading dialokasikan anggaran Rp82 miliar. Dana ini tidak hanya untuk membangun jalan, tapi juga dimanfaatkan untuk pembangunan Jembatan Nguwot.
“Untuk jalur Ngalang-Gading sudah selesai. Selanjutnya kami targetkan penyelesaian Ngalang-Ngoro-oro di Patuk,” kata Bambang.
Dia menjelaskan, untuk jalur Tawang-Ngalang, Pemerintah DIY mengalokasikan anggaran sekitar Rp280 miliar. Rencananya selain untuk membangun jalan, juga dimanfaatkan pembangunan empat jembatan di kawasan tersebut. “Kami masih menunggu selesainya pembebasan lahan. Kalau sudah selesai, maka siap dibangun,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Kroasia mengalahkan Republik Ceko 2-1 di UEFA Nations League. Gol Mario Pasalic dan keputusan VAR menjadi penentu hasil laga.
Manajer Kopdes Merah Putih segera ditempatkan. Pemerintah mengatur gaji berdasarkan UMP dan PKWT dua tahun di bawah Agrinas.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Inggris 3-2 di Wembley dalam laga pembuka UEFA Nations League.
Wisatawan dari kawasan Malioboro yang hendak menuju Pantai Parangtritis dapat memanfaatkan Bus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.