Pembahasan Raperda Gunungkidul Dikebut, 3 Draf Segera Dibahas
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Ilustrasi kampanye stop TBC./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Kesehatan terus menyisir penderita TBC di Gunungkidul. Penyisiran bertujuan untuk mengetahui jumlah pasti penderita sehingga upaya pencegahan dapat dimaksimalkan.
Data dari WHO menyatakan dari 100.000 penduduk terdapat 336 orang yang menderita penyakit TBC. Jika terus dibiarkan, maka potensi penyebaran akan terus meningkat karena seorang penderita bisa menularkan kepada 15 orang yang sehat.
Pengawas dan Supervisor, Dinas Kesehatan Gunungkidul Murgiono mengatakan, potensi penyebaran penyakit TBC terus meningkat bertambah. Pada 2016 terdapat 429 penderita yang berhasil dideteksi, sedang di 2017 ada 472 orang. Sedang hingga semester tiga 2018, tim telah menemukan 335 penderita baru. “Jumlahnya terus bertambah. Selain itu, dalam dua tahun terakhir ada 23 penderita yang meninggal dunia karena TBC,” kata Murgiono kepada wartawan, Kamis (10/1/2019).
Menurut dia, upaya pendataan akan terus dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui jumlah pasti penderita TBC. Terlebih lagi, dinas kesehatan setiap tahunnya ditarget untuk menemukan 1.052 penderita TBC. “Upaya pendeteksian dan pendataan sangat penting karena sebagai cara untuk memaksimalkan pencegahan,” katanya.
Untuk menemukan penderita-penderita TBC baru, dinas kesehatan tidak bisa bekerja sendirian. Sebab dalam upaya penelusuran juga melibatkan masyarakat, lembaga sosial, oragisasi kemasyarakatan hingga organisasi keagamaan. “Deteksi dini terhadap TBC dapaat dilihat potensi batuk yang tak sembuh-sembuh selama dua minggu. Jika menemukan kondisi itu, maka cepat-cepat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Gunungkidul Dewi Anggraini mengatakan, upaya pencegahan akan terus dilakukan. Menurut dia, para penderita tidak perlu khawatir karena pengobatan dilakukan secara gratis. “Obatnya tidak bayar dan ini harus rutin diminum,” katanya.
Dewi menjelaskan, tantangan peberantasan bukan hanya pada saat penyisiran, namun juga pengawasan terhadap upaya penyembuhan bagi penderita. “Setiap penderita harus ada pendamping minum obat. Tujuannya agar obat yang diberikan bisa diminum rutin dan pasien bisa sembuh,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Harga BBM Pertamina hari ini 31 Agustus 2026 masih mengacu tarif Agustus. Simak daftar harga Pertamax, Pertalite, Dexlite hingga Pertamina Dex menjelang penyesu
Inter Milan puncaki klasemen Serie A usai menang 1-0 atas Cagliari. Como kalahkan Napoli 2-1 di San Paolo. Cek hasil lengkap pekan kedua Liga Italia.
Film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu tayang 24 September 2026. Dibintangi Marsha Timothy dan Fara Shakila, drama keluarga adaptasi Wedding Dress ini mengangkat kisah
OJK telah mencabut izin usaha 12 BPR dan BPRS sepanjang Januari-Agustus 2026. Berikut daftar lengkap bank yang ditutup serta penjelasan mengenai jaminan dana na
9 pekerjaan yang banyak dicari di luar negeri pada 2026, mulai dari caregiver, teknisi, konstruksi, software developer hingga energi terbarukan. Tak semuanya bu