Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi memanen padi /Harian Jogja- Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, KULONPROGO—Lahan persawahan di Desa Jatisarono, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo, bakal dikembangkan menjadi lahan pertanian organik. Dari total lahan seluas 219 hektare yang ada di daerah tersebut, sekitar 200 hektare dipilih untuk dikembangkan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Tri Hidayatun, mengatakan pengembangan ini dalam rangka modernisasi sektor pertanian. Nantinya lahan seluas 200 hektare di Desa Jatisarono akan dibentuk sebagai kawasan beras premium. "Pengembangan kawasan beras premium ini akan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikat Organik [LSO] supaya kelompok tani bisa menanam padi secara organik," kata Tri, Rabu (16/1/2019).
Sebagai upaya lanjutan, DPP Kulonprogo memberikan bantuan berupa benih 25 kilogram untuk lahan seluas satu hektare dan pupuk organik. Pemakaian pupuk organik ini diharapkan bisa memperbaiki tanah dan meningkatkan hasil produksi. Selain itu pembinaan kepada petani ihwal perlakuan budi daya organik mulai dari awal pengolahan tanah hingga panen tetap dilakukan. Pelaksanaan program ini nantinya dikawal oleh LSO. Tahun ini jawatan yang mengampu segala hal soal pertanian dan pangan itu juga memberikan bantuan alat penyaring air untuk mengurangi bahan kimia yang terkandung dalam air.
Camat Nanggulan, Duana Heru, mengatakan kawasan lahan pertanian organik di Jatisarono yang dirintis sejak 2013 saat ini luasannya baru mencapai 51 hektare. Meski begitu produktivitas padi organik rata-rata mencapai 11,078 ton per hektare gabah kering panen (GKP) atau sekitar 9,4 ton per hektare gabah kering giling (GKG). "Produktivitas padi organik ini cukup bagus karena merupakan panen perdana," kata Duana.
Pemerintah Kecamatan Nanggulan bersama DPP Kulonprogo terus berupaya mengajak petani beralih ke padi organik. Hal ini lantaran pengembangan kawasan lahan pertanian organik diklaim mampu meningkatkan taraf hidup petani di Kulonprogo seiring naiknya nilai jual produk pertanian tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina