Terkait Abrasi, Ini yang Diinginkan Nelayan Pantai Baron..

Puluhan perahu nelayan yang berjajar di pinggir Pantai Baron. - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono.
19 Januari 2019 08:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Abrasi terus terjadi di Pantai Baron yang membuat para nelayan khawatir terhadap perahu mereka. Apalagi di pantai ini setidaknya ada sekitar 60 perahu milik nelayan.

Nelayan harus berjibaku memindahkan kapal-kapalnya ke tempat yang lebih tinggi saat terjadi abrasi. Pasalnya, jika tidak dipindahkan, kapal-kapal nelayan bisa rusak dan terseret oleh arus air.

Ketua Kelompok Nelayan Pantai Baron, Sumardi mengatakan daratan pasir yang kini dipakai untuk pemberhentian kapal mereka dirasa mengganggu kenyamanan pengunjung. Oleh karena itu sebaiknya penataan Pantai Baron jangan hanya mengurus parkiran serta pedagang saja.

"Semisal penataan besok juga mengakomodasi usulan kami [nelayan], pengunjung juga lebih enak bermain di pantai Baron," kata Sumardi pada Kamis (17/1)

Ia menyatakan sebelumnya pernah menyampaikan usulan soal pemindahan kapal ke tempat yang lebih tinggi ke Dinas Pariwisata Gunungkidul. "Lima bulan yang lalu kami usulkan kapal kami agak lebih ke utara biar tidak kena abrasi," imbuhnya.

Menurutnya persoalan ini tidak hanya menjadi urusan dinas tertentu saja. Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) juga perlu dilibatkan untuk membahas hal ini, supaya tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunung Kidul, Hary Sukmono menjelaskan pihaknya akan melibatkan semua pihak guna mengakomodasi aspirasi pelaku usaha di Pantai Baron. Diakuinya keterbatasan tempat menjadi kendala sebagai sarana pemberhentian perahu nelayan.

"Melihat keadaan di sana baru nanti disesuaikan dengan Detail Engineering Design (DED)," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan nelayan yang lebih mengetahui dimana mereka bisa menaruh kapal mereka selepas mencari ikan. "Asal ada pinggiran pantai saya rasa kapal bisa berhenti di sana," tandasnya.