SIM Keliling Bantul Mei 2026, Kuota Cepat Habis! Cek Jadwal Lengkap
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta tips hindari antrean.
PKL di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Jogja, Minggu (20/1/2019). - Harian Jogja/Nugroho Nurcahyo
Harianjogja.com, JOGJA—Penataan kawasan Kotabaru untuk menampilkan wajah Indies terus dilakukan. Tahun ini, penataan menyentuh kawasan pedestrian di Jalan Sudirman baik sisi timur maupun sisi barat. Ke depan, penataan Kotabaru akan terintegrasi dengan penataan Stadion Kridosono dan Stasiun Lempuyangan. Seluruh bangunan anyar wajib menyediakan lahan parkir yang bisa diakses publik.
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan Kotabaru ditata secara bertahap sejak 2018 hingga 2021. Kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai kawasan heritage sehingga perlu adanya pedoman pelestarian kawasan budaya. Dari sisi filosofi tata kota tidak akan berubah. Kotabaru tetap akan menjadi lokasi yang eksotis bernuansa Indies.
Istilah Indies mengacu pada kebudayaan, termasuk arsitektur, semasa kekuasaan pemerintah Hindia Belanda. Pada masa kolonial, Kotabaru menjadi permukiman masyarakat Eropa. Peninggalan masa lalu itu, seperti bangunan-bangunan berarsitektur Indies, masih awet sampai sekarang dan akan dijadikan destinasi wisata alternatif.
“Ini juga untuk mempertahankan tata kota saat awal kota ini dibentuk. Meskipun nanti ada penambahan fungsi, public space yang disediakan akan mendukung keberadaan kawasan indies,” kata Heroe kepada Harian Jogja, Selasa (22/1/2019).
Tahun ini penataan dilaukan di jalur pedestrian di Jalan Sudirman. Kelak, pengembangan Stasiun Lempuyangan juga harus menyesuaikan dengan penataan sekitar yang bercorak Indies.
Bangunan di kawasan Kotabaru juga wajib menyediakan lahan parkir yang bisa diakses khalayaka. “Seluruh bangunan baru juga harus menyediakan lahan parkir yang juga bisa diakses publik. Sekitar 25% bisa digunakan untuk umum," katanya.
Pemerintah Kota Jogja masih mengincar lahan parkir baru yang akan dibuat. Setidaknya ada tiga hingga lima titik lokasi yang akan dijadikan lahan parkir baru. Seperti di dekat Malioboro, Tugu Pal Putih hingga Stadion Kridosono. Saat ini, pilihan-pilihan itu masih dijajaki.
“Kalau mengembangkan kawasan pedestarian, ketersediaan parkir harus ada. Ini yang sedang kami upayakan agar tidak menimbulkan kemacetan. Hal itu sejalan dengan jargon RTRW Jogja sebagai lokasi yang ngangeni,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta tips hindari antrean.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.