Keterampilan Tenaga Ahli Laboratorium Medik Perlu Ditingkatkan

Direktur AAK Manggala Andri Suryanto saat membuka seminar kesehatan nasional bertema Basic Skill Upgrading for Medical Laboratory Technologist, Minggu (27 - 1) di Convention Hall Asri Medical Center Jogja. Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
27 Januari 2019 14:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Penguasaan basic skill ahli laboratorium perlu terus ditingkatkan. Selain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para ahli laboratory.

Penjelasan tersebut dibahas dalam seminar kesehatan nasional dengan tema Basic Skill Upgrading for Medical Laboratory Technologist, Minggu (27/1/2019). Seminar diselenggarakan oleh Badan Mahasiswa Akademi Analisis Kesehatan (AAK) Manggala Jogja dan diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Koordinator kegiatan seminar Ni Kadek Vira Anggraeni menjelaskan tema yang diangkat sangat familiar dan dibutuhkan oleh tenaga kesehatan. "Selain diikuti kalangan mahasiswa, kegiatan juga dihadiri oleh tenaga kesehatan," katanya di sela-sela kegiatan seminar di Convention Hall Asri Medical Center Jogja, Minggu.

Baginya, kegiatan tersebut dinilai penting untuk mengupdate pengetahuan terkait perkembangan layanan laboratory. Apalagi saat ini kebutuhan ahli kesehatan di bidang laboratorium sangat terbuka lebar sehingga peningkatan kompentensi juga perlu dilakukan. "Skill dasar tenaga ahli laboratorium harus dikuasai. Begitu juga dengan upgrading data berbagai layanan terkait laboratory," katanya.

Direktur AAK Manggala Andri Suryanto mengatakan seminar tersebut sebagai kegiatan pamungkas rentetan kegiatan dies natalies kampus tersebut yang ke 21 tahun. Sebelumnya digelar sejumlah kegiatan lainnya seperti open house bagi SMA/SMK, pameran kewirausahaan dan bakti sosial kepada masyarakat. 

"Ini rutin kami lakukan setiap tahun dengan melibatkan BEM sebagai ruang kreativitas mereka," katanya.

Tujuannya, lanjut Andri, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar terkait pelayanan tenaga medik khususnya laboratory. Baginya, para tenaga medik kesehatan harus mengikuti perkembangan zaman, teknologi dan juga kebutuhan layanan masyarakat.

"Tema ini menarik untuk dicermati terutama kalangan ahli laboratorium medik, terutama untuk meningkatkan keterampilan dasar dalam menjalankan tugas dalam praktek kesehatan," katanya.

Dia berharap para mahasiswa dan para tenaga kesehatan bisa terus berbagi ilmu dan pengalaman terkait upgrading laboratorium medik. Mengingat,  perkembangan ilmu teknologi dan kesehatan yang terus berkembang dan dinamis.

Apalagi, lanjut Andri, potensi penyerapan tenaga kerja di bidang ini cukup tinggi. Dia menyebut, para alumni AAK Manggala hampir semuanya terserap di dunia kerja. Tidak hanya diberbagai institusi pemerintahan tetapi juga di kalangan swasta seperti laboratorium klinik.

"Banyak alumni kami yang juga bekerja di laboratorium makanan dan minuman di sejumlah perusahaan. Yang khusus melakukan uji laboratorium medik adalah lulusan ahli teknologi tenaga kesehatan. Harus mengantongi sertifikasi," katanya.

Baginya mutu dan hasil pengujian laboratorium terus ditingkatkan seiring perkembangan teknologi dan penyakit saat ini. Dan itu membutuhkan ahli kesehatan yang handal dan mumpuni.

Untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja ke depan, AAK Manggala juga berencana untuk membuka program studi baru tahun ini. "Kami akan membuka Prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan tahun ini. Ini untuk melengkapi Prodi Teknologi Laboratorium yang sudah ada," katanya.

Subrata Tri Widodo selaku Ketua Persatuan Tenaga Kesehatan Indonesia (Patelki) DPW DIY berharap selain kegiatan seminar dia berharap para dosen AAK Mandala juga aktif menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan, termasuk menulis karya ilmiah.

"Dosen kadang malas menulis karya-karya ilmiah. Kalau diminta jadi narasumber juga ada saja alasannya. Padahal itu akan menambahkan nilai akreditasi dan bermanfaat bagi AAK Manggala," katanya.